Senyum Rian benar-benar hilang, terlebih ia melihat kekasih adiknya justru bersama teman lamanya. Ia menatap Faris penuh selidik.“Maaf, saya rasa anda sudah salah paham. Bahkan saya tidak mengenal anda, ataupun adik anda,” ucap Faris. Ia masih berdiri tenang menatap Rian.“Kamu tidak mengenal adikku?” Rian menggeleng pelan sambil menghela nafas. “Maya akan tersakiti jika dia mendengarnya, Faris.”“Maya?” tanya Caroline memastikan.“Ya, Maya, adikku.”“Tunggu, Maya adik anda?” Faris ikut bertanya.“Tentu saja, dan kemarin kamu menjemputnya untuk pergi ke suatu tempat,” sahut Rian.“Tapi Maya bukan pacar saya,” bantah Faris.Rian melipat kedua tangannya. tatapannya berubah penuh kekesalan pada Faris. “Jangan bilang sekarang kamu mau pura-pura tidak punya pacar hanya karena datang ke reuni bersama Caroline.”“Saya tidak pura-pura. Saya memang tidak—”“Faris,” potong Caroline. Ia tahu jika ia tetap merahasiakan siapa Faris sebenarnya, masalahnya pasti akan runyam. “Kemarin kamu bilang pa
Última atualização : 2026-08-21 Ler mais