“Maaf Tuan, saya pikir hanya ada tuan David di ruangan.”“Jadi kalau hanya ada David, kamu bisa bebas seperti ini?” tanya Caroline yang langsung membuat Vanessa terdiam. Ia bingung menjawab.“Saya… saya minta maaf Bu Caroline.”Abraham menghela nafas kasar, lalu menatap ke arah map yang di bawa Vanessa. “Dokumen apa itu?” tanyanya.“Ini.. ini berkas yang harus di tandatangani pak David, Tuan.”“Bawa kemari,” ucap Abraham.Vanessa mengangguk, lalu perlahan masuk. Ia sedikit gugup saat melihat bos besar ada di hadapannya. ’Kenapa mereka semua ada di sini? Di mana David? Apa dia baik-baik saja?’ pikir Vanessa.Vanessa memberikan map itu pada Abraham. Saat Abraham membaca berkas yang ada di tangannya saat ini, Vanessa perlahan menatap ke arah Vanessa.“Bu Caroline, kenapa pak David tidak masuk hari ini?” tanyanya.“Oh, dia sakit. Dan sekarang di rawat di rumah sakit.”“Sakit?” ulang Vanessa. “Perasaan kemarin baik-baik saja, kenapa pak David tiba-tiba sakit? Memangnya sakit apa, Bu?”Caro
Last Updated : 2026-07-21 Read more