Semua orang menoleh ke arah suara itu. Terutama Vanessa. Senyum di bibirnya seketika hilang saat melihat siapa yang berani mengganggu acaranya.Tatapan mata tajam, dan tangannya pun mengepal kuat. “Lina, bukankah kemarin kamu bilang nggak akan datang ke sini?” tanyanya.Lina tersenyum, lalu berhenti di tengah aula. Ia menghela nafas sebelum memberikan jawaban. “Aku dengar akan ada pertunjukan seru, jadi aku putuskan untuk datang.”“Pertunjukan apa maksudmu?” tanya Vanessa bingung.Lina mengangkat bahunya, lalu ia menatap sekeliling. Ia mencari keberadaan Nadia, dan saat ia melihat wanita itu, Lina pun langsung tersenyum sambil melambaikan tangan. “Kak Nadia, tolong souvenir titipan dari bos milliadernya di bagikan, ya!”Nadia sempat bingung, karena Caroline tak memberitahunya tentang hal ini. Namun detik itu juga ia menerima pesan dari Caroline, yang memintanya untuk mengikuti arahan Lina.“Apa mungkin Caroline mengenal wanita itu?” tanya Daren.“Aku nggak tahu, tapi Caroline sudah me
Última atualização : 2026-08-03 Ler mais