Althea menoleh. "Tapi apa, Pak?" Naren terdiam sesaat. Ia sendiri tidak tahu mengapa tiba-tiba ingin mengatakan sesuatu. Padahal, seharusnya ia justru merasa lega karena besok tidak perlu lagi menghadapi gadis yang terlalu banyak bicara itu. "Setelah mengambil berkas itu, kamu bisa mulai lakukan kerjaanmu yang seharusnya." Althea menatap Naren lekat lekat, seolah mencoba mencari sesuatu di wajah pria itu. "Serius pak? Saya ga usah sampe tujuh hari jadi asisten bapak?" tanya Aletha, antusias. Naren mengangguk singkat. Wajah Althea langsung berubah cerah. Ia bahkan hampir saja melompat kegirangan, tetapi segera mengurungkan niatnya setelah mengingat dirinya ada di dekat bosnya. "Kalau sudah senangnya, cepat selesaikan pekerjaanmu!" Althea hanya mengangguk, ia kembali ingin menaiki tangga. Namun, tangan besar dari Naren menahan tangannya. "Saya yang akan naik," ujarnya, singkat. Althea segera minggir. Ia menatap Naren yang kini menaiki tangga menuju lantai atas untuk
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-27 Mehr lesen