Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!

Roommate: Bos, Yang Ini Kamarku!

last updateLast Updated : 2026-10-23
By:  NamoraeUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
57Chapters
471views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Althea Roselyn mengira membeli apartemen sendiri adalah awal dari kehidupan barunya. Namun sebuah kesalahan administrasi justru membuatnya harus berbagi tempat tinggal dengan pria yang paling tidak ingin ia temui. Naren Wijaya—bos barunya yang dingin, arogan, dan terkenal kejam. Setiap hari mereka selalu bertengkar dan tidak pernah mau mengalah. Bagi Althea, Naren adalah pria paling menyebalkan yang pernah ia kenal. Sementara bagi Naren, Althea hanyalah wanita keras kepala yang mengganggu ketenangannya. Namun semakin sering mereka bersama, semakin sulit bagi keduanya untuk menyangkal perasaan yang mulai tumbuh.

View More

Chapter 1

Bab 1 Apartemen baru

"B–baju siapa itu?"

Althea menatap sekeliling ruang apartemen itu. Ia baru saja menginjakkan kaki di apartemen barunya itu setelah hampir dua tahun tinggal di kamar kos sempit.

Kini, kerja keras Althea seolah terbayar. Ia mampu membeli apartemen sendiri, meskipun memang bukan apartemen mewah.

Namun, melihat keadaan apartemen itu yang agak berantakan — beberapa pakaian tergeletak sembarangan, Althea merasa janggal. Ia melangkah masuk perlahan setelah meletakkan koper dan beberapa tasnya di depan pintu. Pandangannya menyapu ke segala penjuru, mencoba mencari keberadaan seseorang.

Untungnya, tak ada siapapun di sana.

Althea menghela napas pelan. Ia tidak ingin merusak suasana hari pertamanya di rumah baru. Ia mulai membereskan beberapa barang yang berantakan sambil memperhatikan ruangan itu.

“Mungkin pemilik sebelumnya lupa beresin,” gumam Althea sambil meletakkan beberapa potong pakaian itu di tempat sampah.

Lepas membereskan sedikit kekacauan itu, Althea menarik kembali kopernya menuju kamar utama. Baru beberapa langkah memasuki ruang tengah, tiba-tiba terdengar suara pintu terbuka dari arah kamar.

Althea sontak menghentikan langkah.

Seorang laki-laki keluar dari salah satu kamar dengan langkah santai. Rambutnya tampak berantakan, sementara wajahnya masih menyisakan ekspresi mengantuk seperti seseorang yang baru saja terbangun. Ia hanya mengenakan celana tidur berwarna gelap tanpa atasan apa pun.

Althea langsung membeku di tempat. Tatapannya terpaku pada tubuh laki-laki itu. Bahunya lebar dengan bentuk tubuh yang tegap dan berisi, tetapi tidak berlebihan seperti pria yang menghabiskan sebagian besar waktunya di pusat kebugaran. Otot-otot di lengannya terlihat jelas, begitu pula garis perut yang terbentuk rapi di balik kulitnya.

Wajah Althea perlahan memanas.

Laki-laki itu juga berhenti. Keduanya saling menatap selama beberapa detik, sama-sama tampak terkejut.

“AAAA!” Althea buru-buru menutup kedua matanya dan memalingkan wajah. “Siapa kamu?!” 

Althea masih berdiri dengan wajah memerah karena terkejut. Pandangannya kembali menatap wajah pria itu.

Pria tersebut memiliki wajah tampan dengan rambut sedikit berantakan, seolah baru saja bangun tidur.

Namun, Althea tidak ingin terlarut dalam ketampanan pria itu. Bagaimanapun juga, yang paling penting sekarang adalah memastikan ia bisa mengambil kembali apartemen ini.

“Seharusnya aku yang bertanya! Kenapa ada orang asing di apartemenku?!” Pria itu hanya mengangkat sebelah alis. Berbeda dengan Althea yang terlihat panik, ia justru terlalu tenang menghadapi situasi aneh tersebut.

“Apartemenmu?” ulang Althea seolah tak terima. “Ini apartemen yang baru aku beli cash, no nyicil-nyicil. Jadi, apartemen ini adalah milikku secara sah!” 

Pria itu menatap Althea dengan tenang, lalu melirik koper dan beberapa tas yang masih tergeletak di dekat pintu.

“Ini apartemen saya.”

Althea langsung melotot. “Tidak mungkin! Sudah kubilang, aku yang beli apartemen ini!”

“Saya juga,” sahut pria itu tenang.

Althea terdiam sesaat.

Pria itu masih berdiri santai di hadapannya, sama sekali tidak terlihat panik meskipun baru saja dituduh sebagai penyusup. Bahkan, dalam keadaan hanya mengenakan celana tidur, wajah tampannya tetap terlihat terlalu tenang.

“Jangan bercanda!” Althea mulai kesal. “Aku punya bukti pembayaran!”

“Saya juga.”

“Aku punya dokumen pembelian!” Althea tak mau kalah.

“Saya juga.”

Althea langsung kehilangan kata-kata. Ia menatap pria itu dari atas sampai bawah.

Entah dari mana pria ini muncul, tetapi dia benar-benar berani mengaku sebagai pemilik apartemen yang baru dibelinya dengan uang hasil kerja keras selama bertahun-tahun.

Sejak lulus kuliah, Althea memang sudah terbiasa hidup mandiri. Hampir dua tahun terakhir, ia tinggal di kamar kos sempit dan harus menabung mati-matian demi bisa membeli apartemen ini. Ia bahkan rela mengorbankan banyak hal hanya untuk mengumpulkan uang yang cukup agar bisa membayar unit tersebut secara tunai.

Jadi, tidak mungkin ia salah membeli apartemen.

“Pokoknya ini apartemenku, kamu harus keluar!” titah Althea final, ia langsung menarik kembali kopernya masuk lebih dalam.

Namun, baru satu langkah, pria itu menahan tangan Althea.

“Eh?”

Althea belum sempat berbalik ketika pria itu menarik tangannya. Tubuhnya sontak tersentak mundur hingga hampir menabrak dada bidang pria tersebut.

Jarak mereka mendadak begitu dekat.

Althea membeku.

Pria itu menundukkan kepala sedikit, menatapnya dengan ekspresi tenang yang justru membuat Althea semakin gugup. Tangannya masih menggenggam pergelangan tangan Althea, seolah sama sekali tidak berniat melepaskannya.

“Jangan terlalu percaya diri kalau belum ada bukti pasti,” ujar pria itu tepat di depan wajah Althea.

Gadis itu berkedip beberapa kali. Posisi mereka dan ucapannya membuat Althea mendadak kehilangan kata-kata.

Terlebih, kini ia bisa mencium aroma tubuh pria itu dengan jelas.

Wangi maskulin yang samar, bercampur dengan aroma parfum yang segar, entah kenapa justru membuat wajah Althea semakin panas. Ia buru-buru mengalihkan pandangan.

Sial.

Kenapa mereka harus berdiri sedekat ini?

“Ka-kamu...” Althea berusaha menarik tangannya, tetapi pria itu belum juga melepaskannya.

“Apa?”

Suara rendah itu terdengar begitu dekat.

Althea semakin salah tingkah. Ia bisa merasakan tatapan pria itu seolah sedang mengamati setiap perubahan ekspresinya.

“Aku...”

Tok! Tok! Tok!

Ketukan dari pintu tiba-tiba terdengar.

Althea tersentak kaget hingga hampir melompat.

Pria itu akhirnya melepaskan tangannya, lalu menoleh ke arah pintu dengan ekspresi tenang, seolah tidak terjadi apa-apa.

Sementara itu, Althea buru-buru mundur beberapa langkah. Tangannya refleks menyentuh pipi sendiri yang terasa panas.

Pria itu berjalan menuju pintu dan membukanya.

Seorang pria berpakaian formal berdiri di sana. Begitu melihat keduanya, ia langsung membungkuk sopan.

“Maaf, Pak, Bu. Ada kesalahan pada sistem kami. Ternyata apartemen ini disewa oleh dua orang sekaligus,” jelas pengelola apartemen itu. Ia kembali menatap Althea dan pria tadi bergantian.

“Kami ingin mendiskusikan siapa yang akan tetap mengambil apartemen ini. Bagi pihak yang bersedia membatalkan sewanya, kami akan mengembalikan 60% dari biaya sewa sebagai kompensasi. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya.”

Althea dan pria itu saling menatap.

Tatapan keduanya seolah sedang beradu, masing-masing mempertahankan hak atas apartemen yang sudah mereka bayar. Sama sekali tampak tak ada yang berniat mengalah. 

Setelah hening beberapa detik.

Lalu, hampir bersamaan, keduanya berkata, “Saya tetap ambil apartemen ini!”

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
57 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status