LOGINAlthea Roselyn mengira membeli apartemen sendiri adalah awal dari kehidupan barunya. Namun sebuah kesalahan administrasi justru membuatnya harus berbagi tempat tinggal dengan pria yang paling tidak ingin ia temui. Naren Wijaya—bos barunya yang dingin, arogan, dan terkenal kejam. Setiap hari mereka selalu bertengkar dan tidak pernah mau mengalah. Bagi Althea, Naren adalah pria paling menyebalkan yang pernah ia kenal. Sementara bagi Naren, Althea hanyalah wanita keras kepala yang mengganggu ketenangannya. Namun semakin sering mereka bersama, semakin sulit bagi keduanya untuk menyangkal perasaan yang mulai tumbuh.
View MoreSetelah tiga kali laporannya dikembalikan tanpa alasan yang jelas, Althea kembali berdiri di depan ruang kerja Naren Wijaya. Tangannya menggenggam map laporan itu erat. Jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Seharusnya satu jam lalu ia sudah meninggalkan gedung perusahaan, tetapi sampai sekarang ia masih harus berurusan dengan bos barunya itu. Saat hendak mengetuk pintu, suara beberapa karyawan yang masih lembur terdengar dari dekat meja mereka. “Baru kali ini ada anak baru yang langsung lembur,” bisik salah seorang karyawan. “Iya. Tadi aku sempat lihat Pak Naren sampai turun tangan sendiri,” sahut yang lain sambil melirik ke arah ruangan Naren. “Serius? Padahal aku dengar beliau paling tidak suka membuang waktu.” Langkah Althea terhenti. Ia menoleh sekilas ke arah mereka. Dahi Althea sedikit berkerut. Jadi, bukan hanya dirinya yang merasa ada yang aneh dengan perlakuan Naren hari ini? Namun, rasa penasaran itu segera ia singkirkan. Althea mena
Naren menatap ke arah Althea yang terlihat begitu terkejut. Gadis itu hanya diam, seakan otaknya membutuhkan waktu untuk mencerna kenyataan yang baru saja ia ketahui.Pria yang setiap hari akan ia temui di apartemen, pria yang kemarin ia ajak berdebat, pria yang selama ini ia anggap sebagai pekerja kantoran biasa. Ternyata adalah CEO dari perusahaan tempatnya bekerja.Bosku? Teman Apartemenku? Dua fakta itu terus berputar di kepala Althea, rasanya ia ingin tertawa karena merasa situasi ini terlalu tidak masuk akal.'Dari semua orang di dunia ini, kenapa harus dia?' keluhnya dalam hati.Naren hanya mengamati perubahan ekspresinya. Ia tidak mengatakan apa pun, tetapi tatapannya membuat Althea semakin tidak nyaman. Beberapa detik kemudian, Naren berjalan menuju kursinya."Silakan tunggu di luar," ucapnya kepada asisten dan staf HRD yang masih berada di ruangan. "Saya akan melanjutkan wawancara ini sendiri."Althea yang tadi masih bisa bersikap percaya diri, kini duduk dengan tubuh sediki
Naren menatap Althea cukup lama. Ekspresinya masih sulit dibaca, membuat Althea tidak tahu apakah pria itu sedang mempertimbangkan usulannya atau justru mencari alasan untuk menolaknya. “Aku tahu ini bukan situasi yang ideal,” ujar Althea akhirnya. “Tapi kita sama-sama sudah membayar apartemen ini. Kalau salah satu dari kita pergi sekarang, uangnya juga ikut hilang. Jadi menurutku, untuk sementara kita bisa tinggal di sini bersama.” Naren masih terdiam, ia hanya mengangkat satu alisnya seolah tak memahami ucapan Althea. Althea terdiam sejenak, berpikir sebelum akhirnya kembali bersuara. “Dua tahun. Kurasa cukup untukku mengumpulkan uang dan mencari tempat lain. Kalau semuanya sudah siap, aku akan pindah lebih dulu. Jadi kita juga nggak perlu terus tinggal bersama,” lanjut Althea dengan penuh percaya diri. Naren tidak langsung menjawab. Ia kembali mengamati ruangan di sekitarnya, seolah sedang memastikan apakah keputusan itu benar-benar layak diambil. Apartemen tersebut memang cuk
Pengelola apartemen terlihat semakin canggung melihat dua penyewa di hadapannya. Ia tidak menyangka kesalahan administrasi kecil dari pihak mereka bisa menyebabkan situasi serumit ini.“Baik, Bapak Naren Wijaya dan Ibu Althea Roselyn. Karena kesalahan ini berasal dari pihak kami, kami akan memberikan waktu untuk Bapak dan Ibu berdiskusi terlebih dahulu mengenai masalah ini. Silakan hubungi kami dalam tiga hari ke depan setelah mendapatkan keputusan. Jika tidak ada konfirmasi sampai batas waktu tersebut, kami akan menganggap masalah ini telah selesai. Tentu saja, kami juga akan membantu proses penyelesaian, termasuk pengajuan refund sesuai dengan ketentuan yang berlaku.”Althea mengerutkan kening. Ia masih tidak percaya apartemen yang sudah ia cari selama berbulan-bulan ternyata memiliki masalah seperti ini.Pengelola apartemen kemudian membungkuk kecil sebelum beranjak meninggalkan mereka.Pintu apartemen tertutup, meninggalkan suasana hening yang terasa jauh lebih canggung dari sebel






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.