"Mas Hendra, udah selesai belum?"Hatiku tersentak, aku segera menjawab."Iya udah, bentar lagi ke sana."Kembali ke kamar, ibu Yusi sedang berlutut dengan menggoda di atas ranjang, mengenakan stocking yang seksi.Bokongnya diangkat tinggi-tinggi, seolah menantikan aku masuk.Perlahan aku mulai terangsang, lalu mendekat ke belakangnya.Sambil memegang pinggangnya, ibu Yusi meliuk-liukkan pinggulnya dengan tenaga, berusaha mati-matian untuk memuaskanku.Tiba-tiba, bayangan Yusi melintas di benakku.Aku segera melepaskan ibunya, hampir saja terjadi malapetaka.Ibu Yusi menatapku dengan wajah tidak senang."Kenapa sih, Mas Hendra? Apa Mas anggap aku udah tua? Nggak menarik lagi ya?"Mana berani aku menceritakan yang sebenarnya, aku buru-buru menjelaskan."Nggak, bukan gitu. Cuma kejadiannya terlalu cepat, aku jadi kaget aja.""Nggak apa-apa kok. Nanti kalau Mas udah mau, aku siap kapan aja."Ibu Yusi dengan enggan mengenakan pakaiannya kembali, lalu turun dari ranjang.Aku mengangguk, kem
Read more