Short
Jerat Cinta Ibu Kos dan Putrinya

Jerat Cinta Ibu Kos dan Putrinya

Oleh:  RichyTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Bab
3Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Ibu kosku yang janda masih terlihat sangat menawan, apalagi anak perempuannya yang berwajah imut, tapi punya payudara yang sangat besar. Kami tinggal seatap, malam ini petir sudah menyambar-nyambar dengan hebat. Aku berbaring di balik selimut, mengeluarkan celana dalam pink yang baru saja dilepas anak ibu kos untuk meluapkan hasrat. Tiba-tiba, gadis itu langsung mendorong pintu kamarku, berdiri menatapku dengan hanya mengenakan baju tidur yang tipis. Aku terlonjak kaget, mengira dia sudah memergokiku mencuri celana dalamnya. Siapa sangka, dia malah berkata, "Om, petir hari ini menakutkan banget. Ibuku lagi nggak ada di rumah, boleh nggak aku nginap di kamarmu malam ini?" Melihat lekuk samar di balik celana tidurnya, buat apa lagi aku memegang celana dalam itu. Aku pun langsung menyibakkan selimut. "Sini, tidur di balik selimut Om aja."

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Namaku Hendra Ambara, umur 40-an tapi masih lajang.

Kurangnya pendamping wanita membuatku merasa sangat kesepian setiap harinya.

Aku menyewa kamar tidur dari seorang janda muda pemilik kos, lalu menyambung hidup sebatang kara di kota besar sebagai kurir ojek online.

Ibu kos ini seorang janda cerai, mantan suaminya berselingkuh dan menyerahkan rumah ini untuk tempat tinggal ibu dan anak tersebut.

Dia membesarkan anaknya seorang diri sambil bekerja sebagai staf biasa di perusahaan, sehingga penghasilannya sama sekali tidak mencukupi.

Karena terpaksa, dia akhirnya menyewakan satu kamar yang tersisa.

Begitu baru pindah ke kamar ini, aku langsung merasa seperti mendapat durian runtuh.

Rumah ini tidak hanya ditinggali oleh janda muda yang masih menawan itu saja, tetapi juga oleh anak perempuannya yang sangat cantik bernama Yusi Lianda.

Yang lebih parah lagi, Yusi putus sekolah setelah lulus SMK dan cuma berdiam diri di rumah, benar-benar tipikal perempuan pencari jati diri yang liar.

Setiap hari dia memakai seragam rok pendek kotak-kotak ala siswi Jepang dan berkeliaran di dalam rumah.

Dia benar-benar mirip pemeran utama wanita yang keluar dari film Jepang, wajahnya sangat polos, tapi dadanya yang besar seolah hampir membuat bajunya robek.

Kalau saja ibunya tidak mengurungnya di rumah, aku rasa dia pasti sudah terjun ke dunia malam.

Perempuan liar seperti ini tidak bisa apa-apa, jadi dia hanya bisa menjual diri tanpa punya keahlian lain.

Kegiatan Yusi di rumah cuma bermain gim, atau sesekali janjian dengan beberapa pria seumurannya untuk main biliar di luar.

Aku menarik ojek online pada siang hari, lalu malamnya pulang untuk tinggal bersama sepasang ibu dan anak yang cantik itu.

Pakaian dalam dan stocking yang sudah mereka cuci dijemur begitu saja di balkon.

Aku benar-benar dimanjakan oleh pemandangan itu, bahkan sesekali mendekat untuk menghirup aromanya.

Sensasi ini terasa lebih menyenangkan daripada menjadi suaminya, lagi pula suaminya mana mungkin berani punya niat terselubung terhadap anak kandungnya sendiri.

Namun, aku bisa memanfaatkan kelengahan Yusi untuk mengambil celana dalam motif Rilakkuma miliknya demi meluapkan hasratku.

Gadis-gadis di kota besar memang sangat matang dan berkulit putih, bahkan baju kotor yang sudah mereka pakai pun terasa wangi.

Ibu kos juga memperlakukanku dengan cukup baik, biasanya kami makan bersama di satu meja yang sama.

Setiap hari aku ikut membantu membersihkan rumah dan mencuci piring, sehingga kami sudah tampak seperti satu keluarga.

Dia pasti tidak tahu, aku yang di permukaan bersikap sangat sopan ini, ternyata di belakang punggungnya memakai pakaian dalam mereka berdua untuk meluapkan berahi.

Belakangan ini cuaca makin panas, Yusi pun berpakaian sangat minim di dalam rumah.

Baju tidurnya yang tipis sangat menerawang, bahkan aku sampai bisa melihat apa warna pakaian dalam di baliknya.

Sebagai pria yang sudah melajang bertahun-tahun, melihat pemandangan yang begitu menggoda ini membuat rasa gatal di hatiku menjalar ke seluruh tubuh bagaikan tanaman merambat.

Aku benar-benar ingin merasakan bagaimana rasanya mendekati gadis liar yang matang ini.

Tak lama kemudian, kesempatan itu pun datang.

Hari itu hujan deras hingga air di jalanan menggenang cukup dalam, membuatku pulang kerja lebih awal.

Baru saja tiba di rumah dan mengganti pakaian bersih, sebuah petir yang menggelegar langsung memadamkan aliran listrik.

Seluruh ruangan seketika menjadi gelap gulita.

Tepat pada saat itulah, tiba-tiba aku merasakan ada kehangatan yang lembut di pelukanku, dadaku terhimpit oleh dua gumpalan daging yang kenyal, terasa begitu harum dan lembut.

Aku tidak tahan untuk tidak mengulurkan tangan dan mendekapnya.

Tubuh yang sangat belia ini, sekali sentuh saja aku sudah tahu kalau ini adalah Yusi.

Dia terus saja merangsek masuk ke dalam pelukanku, bahkan bagian perut bawahnya sampai menekan milikku, membuat aliran listrik seolah melesat dari tulang ekor langsung menuju ubun-ubunku.

Seluruh tubuhku rasanya menjadi sangat lemas dan kegelian.

Rasanya, aku ingin sekali mengangkat tubuhnya dan segera meluapkan segalanya.

Namun, aku takut ibu kos masih ada di rumah, karena kalau sampai ketahuan, tamatlah riwayatku.

Aku hanya bisa menahan hasrat tersebut lalu mendorong Yusi menjauh.

"Yusi, kamu salah peluk orang, aku bukan ibumu, ini Om."

Tak disangka, Yusi sama sekali tidak menolak dan malah makin erat memelukku.

Dia tampaknya sangat mendambakan pelukan seorang pria, kepalanya dibenamkan di dadaku sambil terus menempel manja pada tubuhku.

Gadis remaja seusia ini memang sangat kurang kasih sayang, terlebih lagi Yusi tumbuh di keluarga yang kehilangan sosok ayah.

Karena itulah, dia sangat bergantung pada pria.

Walaupun aku sangat menikmatinya, aku juga khawatir ibu kos melihatnya, karena aku bisa repot kalau sampai tidak boleh tinggal di sini lagi.

"Yusi, jangan gini ah. Nggak enak kalau sampai kelihatan ibumu."

Yusi pun berkata dengan suara yang manja.

"Nggak mau, Om. Ibuku lagi nggak ada di rumah hari ini, petirnya nakutin banget."

Ibu kos tidak ada di rumah? Ini benar-benar menguntungkanku.

Kedua tanganku langsung memeluk Yusi, sementara bagian bawah tubuhku sengaja menekannya, terhimpit oleh perut bawahnya yang lembut.

Tidak usah ditanya lagi betapa nikmatnya.

Bermimpi pun aku ingin mencicipi tubuh gadis belia, hari ini akhirnya aku benar-benar diuntungkan.

Yusi tampaknya juga sangat menikmati sensasi ini, dia menggoyangkan tubuhnya untuk menyesuaikan posisi berdiri.

Gesekan di bagian perut bawah akibat gerakan itu langsung membuat pikiranku melayang.

Milikku seketika langsung menegang keras.

Yusi menyadari adanya keanehan itu, tapi dia tidak mundur sama sekali melainkan justru sedikit merenggangkan kedua kakinya.

Dari tenggorokannya terdengar suara lenguhan yang manja.

"Emmh."

Hatiku bersorak kegirangan, gadis ini pasti belum pernah merasakan sentuhan pria, kurasa ini adalah kali pertama baginya menyentuh bagian itu.

Aku sengaja menggerakkan bagian bawah tubuhku, menikmati kepuasan yang tercipta dari setiap gesekan tersebut.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
7 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status