MasukIbu kosku yang janda masih terlihat sangat menawan, apalagi anak perempuannya yang berwajah imut, tapi punya payudara yang sangat besar. Kami tinggal seatap, malam ini petir sudah menyambar-nyambar dengan hebat. Aku berbaring di balik selimut, mengeluarkan celana dalam pink yang baru saja dilepas anak ibu kos untuk meluapkan hasrat. Tiba-tiba, gadis itu langsung mendorong pintu kamarku, berdiri menatapku dengan hanya mengenakan baju tidur yang tipis. Aku terlonjak kaget, mengira dia sudah memergokiku mencuri celana dalamnya. Siapa sangka, dia malah berkata, "Om, petir hari ini menakutkan banget. Ibuku lagi nggak ada di rumah, boleh nggak aku nginap di kamarmu malam ini?" Melihat lekuk samar di balik celana tidurnya, buat apa lagi aku memegang celana dalam itu. Aku pun langsung menyibakkan selimut. "Sini, tidur di balik selimut Om aja."
Lihat lebih banyak"Mas Hendra, udah selesai belum?"Hatiku tersentak, aku segera menjawab."Iya udah, bentar lagi ke sana."Kembali ke kamar, ibu Yusi sedang berlutut dengan menggoda di atas ranjang, mengenakan stocking yang seksi.Bokongnya diangkat tinggi-tinggi, seolah menantikan aku masuk.Perlahan aku mulai terangsang, lalu mendekat ke belakangnya.Sambil memegang pinggangnya, ibu Yusi meliuk-liukkan pinggulnya dengan tenaga, berusaha mati-matian untuk memuaskanku.Tiba-tiba, bayangan Yusi melintas di benakku.Aku segera melepaskan ibunya, hampir saja terjadi malapetaka.Ibu Yusi menatapku dengan wajah tidak senang."Kenapa sih, Mas Hendra? Apa Mas anggap aku udah tua? Nggak menarik lagi ya?"Mana berani aku menceritakan yang sebenarnya, aku buru-buru menjelaskan."Nggak, bukan gitu. Cuma kejadiannya terlalu cepat, aku jadi kaget aja.""Nggak apa-apa kok. Nanti kalau Mas udah mau, aku siap kapan aja."Ibu Yusi dengan enggan mengenakan pakaiannya kembali, lalu turun dari ranjang.Aku mengangguk, kem
"Sekarang kulihat, Yusi dan kamu kelihatannya cukup cocok. Kamu cocok banget jadi ayahnya Yusi."Otakku seketika terasa berdengung, hingga gelas anggur di tanganku hampir jatuh.Menangkap maksud perkataannya, dia seolah ingin mengajakku membina rumah tangga.Rumit sekali. Hubunganku dan Yusi sama sekali bukan seperti bapak dan anak, melainkan sudah melangkah sejauh ke atas ranjang.Perasaanku pun langsung campur aduk tidak keruan.Melihat gelagatku yang demikian, ibu Yusi bergegas bertanya."Mas kenapa? Apa ada masalah selama dampingi Yusi?"Aku buru-buru menggelengkan kepala untuk memberikan penjelasan. "Nggak kok, hubunganku sama Yusi baik banget. Dia juga dewasa.""Syukurlah kalau begitu, aku sempat khawatir wataknya yang keras bakal bikin Mas nggak nyaman.""Selama nggak ada masalah sama anakku, aku juga jadi lebih tenang."Begitu kalimat itu selesai diucapkan, dia langsung merebahkan tubuhnya di atasku.Aku pun refleks melingkarkan lengan untuk memeluk pinggangnya.Walaupun usiany
Ketika malam hari di rumah dan ibunya ada, kami berdua sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk bermesraan.Namun, begitu sudah berada di luar, Yusi selalu memelukku.Tubuhnya yang empuk menempel sangat erat ke tubuhku.Aku pun merasakan kenyamanan yang luar biasa.Hari ini, demi menghargai kebaikanku karena sudah membawa Yusi menarik ojol, ibu kos sengaja memasak beraneka ragam hidangan untukku.Begitu malam tiba, dia sudah pulang ke rumah dengan menjinjing banyak sekali bungkusan makanan."Yusi!"Ibunya berjalan mendekati kamarku, terdengar suara ramahnya yang menggema di dalam rumah.Yusi yang melihat ibunya sudah pulang langsung menghambur gembira ke pelukannya, membuat sepasang ibu dan anak itu saling mendekap sambil tertawa dan melonjak kegirangan.Aku hanya berdiri di samping dengan perasaan yang tidak karuan, antara senang sekaligus cemas.Kemudian ibu Yusi berkata padaku."Mas Hendra, makasih banyak ya sudah bersedia jaga Yusi beberapa hari ini. Anaknya masih belum dewasa,
Melihat mereka yang berkali-kali mengungkapkan rasa iri, hatiku rasanya senang bukan main.Biasanya aku menjadi orang yang paling tidak disukai di pangkalan. Sudah umur 40 tahun, tapi belum juga beristri.Hal itu membuatku tidak luput dari ejekan mereka.Sekarang aku membawa seorang gadis belia yang umurnya 20 tahun lebih muda dariku, tentu saja membuat mereka sangat tergiur."Sana, sana! Jangan punya niat buruk ya, ini pacar mudaku."Begitu kalimat itu diucapkan, semua orang yang ada di sana langsung tertawa terbahak-bahak."Jangan bercanda ah, Bang Hendra! Orang kayak Abang mana mungkin bisa dapat pacar?""Tahu nih, jangan-jangan hasil nyulik dari mana tahu.""Jujur aja ya, kita ini memang miskin, tapi jangan sampai menculik orang juga dong."Aku malas memedulikan orang-orang ini, karena apa yang kukatakan memang kenyataan.Detik berikutnya, Yusi langsung angkat bicara pada mereka."Kalian jangan asal bicara ya! Aku memang beneran pacarnya Bang Hendra."Seketika itu juga, semua orang












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.