Teilen

Jerat Cinta Ibu Kos dan Putrinya
Jerat Cinta Ibu Kos dan Putrinya
Richy

Bab 1

Richy
Namaku Hendra Ambara, umur 40-an tapi masih lajang.

Kurangnya pendamping wanita membuatku merasa sangat kesepian setiap harinya.

Aku menyewa kamar tidur dari seorang janda muda pemilik kos, lalu menyambung hidup sebatang kara di kota besar sebagai kurir ojek online.

Ibu kos ini seorang janda cerai, mantan suaminya berselingkuh dan menyerahkan rumah ini untuk tempat tinggal ibu dan anak tersebut.

Dia membesarkan anaknya seorang diri sambil bekerja sebagai staf biasa di perusahaan, sehingga penghasilannya sama sekali tidak mencukupi.

Karena terpaksa, dia akhirnya menyewakan satu kamar yang tersisa.

Begitu baru pindah ke kamar ini, aku langsung merasa seperti mendapat durian runtuh.

Rumah ini tidak hanya ditinggali oleh janda muda yang masih menawan itu saja, tetapi juga oleh anak perempuannya yang sangat cantik bernama Yusi Lianda.

Yang lebih parah lagi, Yusi putus sekolah setelah lulus SMK dan cuma berdiam diri di rumah, benar-benar tipikal perempuan pencari jati diri yang liar.

Setiap hari dia memakai seragam rok pendek kotak-kotak ala siswi Jepang dan berkeliaran di dalam rumah.

Dia benar-benar mirip pemeran utama wanita yang keluar dari film Jepang, wajahnya sangat polos, tapi dadanya yang besar seolah hampir membuat bajunya robek.

Kalau saja ibunya tidak mengurungnya di rumah, aku rasa dia pasti sudah terjun ke dunia malam.

Perempuan liar seperti ini tidak bisa apa-apa, jadi dia hanya bisa menjual diri tanpa punya keahlian lain.

Kegiatan Yusi di rumah cuma bermain gim, atau sesekali janjian dengan beberapa pria seumurannya untuk main biliar di luar.

Aku menarik ojek online pada siang hari, lalu malamnya pulang untuk tinggal bersama sepasang ibu dan anak yang cantik itu.

Pakaian dalam dan stocking yang sudah mereka cuci dijemur begitu saja di balkon.

Aku benar-benar dimanjakan oleh pemandangan itu, bahkan sesekali mendekat untuk menghirup aromanya.

Sensasi ini terasa lebih menyenangkan daripada menjadi suaminya, lagi pula suaminya mana mungkin berani punya niat terselubung terhadap anak kandungnya sendiri.

Namun, aku bisa memanfaatkan kelengahan Yusi untuk mengambil celana dalam motif Rilakkuma miliknya demi meluapkan hasratku.

Gadis-gadis di kota besar memang sangat matang dan berkulit putih, bahkan baju kotor yang sudah mereka pakai pun terasa wangi.

Ibu kos juga memperlakukanku dengan cukup baik, biasanya kami makan bersama di satu meja yang sama.

Setiap hari aku ikut membantu membersihkan rumah dan mencuci piring, sehingga kami sudah tampak seperti satu keluarga.

Dia pasti tidak tahu, aku yang di permukaan bersikap sangat sopan ini, ternyata di belakang punggungnya memakai pakaian dalam mereka berdua untuk meluapkan berahi.

Belakangan ini cuaca makin panas, Yusi pun berpakaian sangat minim di dalam rumah.

Baju tidurnya yang tipis sangat menerawang, bahkan aku sampai bisa melihat apa warna pakaian dalam di baliknya.

Sebagai pria yang sudah melajang bertahun-tahun, melihat pemandangan yang begitu menggoda ini membuat rasa gatal di hatiku menjalar ke seluruh tubuh bagaikan tanaman merambat.

Aku benar-benar ingin merasakan bagaimana rasanya mendekati gadis liar yang matang ini.

Tak lama kemudian, kesempatan itu pun datang.

Hari itu hujan deras hingga air di jalanan menggenang cukup dalam, membuatku pulang kerja lebih awal.

Baru saja tiba di rumah dan mengganti pakaian bersih, sebuah petir yang menggelegar langsung memadamkan aliran listrik.

Seluruh ruangan seketika menjadi gelap gulita.

Tepat pada saat itulah, tiba-tiba aku merasakan ada kehangatan yang lembut di pelukanku, dadaku terhimpit oleh dua gumpalan daging yang kenyal, terasa begitu harum dan lembut.

Aku tidak tahan untuk tidak mengulurkan tangan dan mendekapnya.

Tubuh yang sangat belia ini, sekali sentuh saja aku sudah tahu kalau ini adalah Yusi.

Dia terus saja merangsek masuk ke dalam pelukanku, bahkan bagian perut bawahnya sampai menekan milikku, membuat aliran listrik seolah melesat dari tulang ekor langsung menuju ubun-ubunku.

Seluruh tubuhku rasanya menjadi sangat lemas dan kegelian.

Rasanya, aku ingin sekali mengangkat tubuhnya dan segera meluapkan segalanya.

Namun, aku takut ibu kos masih ada di rumah, karena kalau sampai ketahuan, tamatlah riwayatku.

Aku hanya bisa menahan hasrat tersebut lalu mendorong Yusi menjauh.

"Yusi, kamu salah peluk orang, aku bukan ibumu, ini Om."

Tak disangka, Yusi sama sekali tidak menolak dan malah makin erat memelukku.

Dia tampaknya sangat mendambakan pelukan seorang pria, kepalanya dibenamkan di dadaku sambil terus menempel manja pada tubuhku.

Gadis remaja seusia ini memang sangat kurang kasih sayang, terlebih lagi Yusi tumbuh di keluarga yang kehilangan sosok ayah.

Karena itulah, dia sangat bergantung pada pria.

Walaupun aku sangat menikmatinya, aku juga khawatir ibu kos melihatnya, karena aku bisa repot kalau sampai tidak boleh tinggal di sini lagi.

"Yusi, jangan gini ah. Nggak enak kalau sampai kelihatan ibumu."

Yusi pun berkata dengan suara yang manja.

"Nggak mau, Om. Ibuku lagi nggak ada di rumah hari ini, petirnya nakutin banget."

Ibu kos tidak ada di rumah? Ini benar-benar menguntungkanku.

Kedua tanganku langsung memeluk Yusi, sementara bagian bawah tubuhku sengaja menekannya, terhimpit oleh perut bawahnya yang lembut.

Tidak usah ditanya lagi betapa nikmatnya.

Bermimpi pun aku ingin mencicipi tubuh gadis belia, hari ini akhirnya aku benar-benar diuntungkan.

Yusi tampaknya juga sangat menikmati sensasi ini, dia menggoyangkan tubuhnya untuk menyesuaikan posisi berdiri.

Gesekan di bagian perut bawah akibat gerakan itu langsung membuat pikiranku melayang.

Milikku seketika langsung menegang keras.

Yusi menyadari adanya keanehan itu, tapi dia tidak mundur sama sekali melainkan justru sedikit merenggangkan kedua kakinya.

Dari tenggorokannya terdengar suara lenguhan yang manja.

"Emmh."

Hatiku bersorak kegirangan, gadis ini pasti belum pernah merasakan sentuhan pria, kurasa ini adalah kali pertama baginya menyentuh bagian itu.

Aku sengaja menggerakkan bagian bawah tubuhku, menikmati kepuasan yang tercipta dari setiap gesekan tersebut.

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen

Aktuellstes Kapitel

  • Jerat Cinta Ibu Kos dan Putrinya   Bab 7

    "Mas Hendra, udah selesai belum?"Hatiku tersentak, aku segera menjawab."Iya udah, bentar lagi ke sana."Kembali ke kamar, ibu Yusi sedang berlutut dengan menggoda di atas ranjang, mengenakan stocking yang seksi.Bokongnya diangkat tinggi-tinggi, seolah menantikan aku masuk.Perlahan aku mulai terangsang, lalu mendekat ke belakangnya.Sambil memegang pinggangnya, ibu Yusi meliuk-liukkan pinggulnya dengan tenaga, berusaha mati-matian untuk memuaskanku.Tiba-tiba, bayangan Yusi melintas di benakku.Aku segera melepaskan ibunya, hampir saja terjadi malapetaka.Ibu Yusi menatapku dengan wajah tidak senang."Kenapa sih, Mas Hendra? Apa Mas anggap aku udah tua? Nggak menarik lagi ya?"Mana berani aku menceritakan yang sebenarnya, aku buru-buru menjelaskan."Nggak, bukan gitu. Cuma kejadiannya terlalu cepat, aku jadi kaget aja.""Nggak apa-apa kok. Nanti kalau Mas udah mau, aku siap kapan aja."Ibu Yusi dengan enggan mengenakan pakaiannya kembali, lalu turun dari ranjang.Aku mengangguk, kem

  • Jerat Cinta Ibu Kos dan Putrinya   Bab 6

    "Sekarang kulihat, Yusi dan kamu kelihatannya cukup cocok. Kamu cocok banget jadi ayahnya Yusi."Otakku seketika terasa berdengung, hingga gelas anggur di tanganku hampir jatuh.Menangkap maksud perkataannya, dia seolah ingin mengajakku membina rumah tangga.Rumit sekali. Hubunganku dan Yusi sama sekali bukan seperti bapak dan anak, melainkan sudah melangkah sejauh ke atas ranjang.Perasaanku pun langsung campur aduk tidak keruan.Melihat gelagatku yang demikian, ibu Yusi bergegas bertanya."Mas kenapa? Apa ada masalah selama dampingi Yusi?"Aku buru-buru menggelengkan kepala untuk memberikan penjelasan. "Nggak kok, hubunganku sama Yusi baik banget. Dia juga dewasa.""Syukurlah kalau begitu, aku sempat khawatir wataknya yang keras bakal bikin Mas nggak nyaman.""Selama nggak ada masalah sama anakku, aku juga jadi lebih tenang."Begitu kalimat itu selesai diucapkan, dia langsung merebahkan tubuhnya di atasku.Aku pun refleks melingkarkan lengan untuk memeluk pinggangnya.Walaupun usiany

  • Jerat Cinta Ibu Kos dan Putrinya   Bab 5

    Ketika malam hari di rumah dan ibunya ada, kami berdua sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk bermesraan.Namun, begitu sudah berada di luar, Yusi selalu memelukku.Tubuhnya yang empuk menempel sangat erat ke tubuhku.Aku pun merasakan kenyamanan yang luar biasa.Hari ini, demi menghargai kebaikanku karena sudah membawa Yusi menarik ojol, ibu kos sengaja memasak beraneka ragam hidangan untukku.Begitu malam tiba, dia sudah pulang ke rumah dengan menjinjing banyak sekali bungkusan makanan."Yusi!"Ibunya berjalan mendekati kamarku, terdengar suara ramahnya yang menggema di dalam rumah.Yusi yang melihat ibunya sudah pulang langsung menghambur gembira ke pelukannya, membuat sepasang ibu dan anak itu saling mendekap sambil tertawa dan melonjak kegirangan.Aku hanya berdiri di samping dengan perasaan yang tidak karuan, antara senang sekaligus cemas.Kemudian ibu Yusi berkata padaku."Mas Hendra, makasih banyak ya sudah bersedia jaga Yusi beberapa hari ini. Anaknya masih belum dewasa,

  • Jerat Cinta Ibu Kos dan Putrinya   Bab 4

    Melihat mereka yang berkali-kali mengungkapkan rasa iri, hatiku rasanya senang bukan main.Biasanya aku menjadi orang yang paling tidak disukai di pangkalan. Sudah umur 40 tahun, tapi belum juga beristri.Hal itu membuatku tidak luput dari ejekan mereka.Sekarang aku membawa seorang gadis belia yang umurnya 20 tahun lebih muda dariku, tentu saja membuat mereka sangat tergiur."Sana, sana! Jangan punya niat buruk ya, ini pacar mudaku."Begitu kalimat itu diucapkan, semua orang yang ada di sana langsung tertawa terbahak-bahak."Jangan bercanda ah, Bang Hendra! Orang kayak Abang mana mungkin bisa dapat pacar?""Tahu nih, jangan-jangan hasil nyulik dari mana tahu.""Jujur aja ya, kita ini memang miskin, tapi jangan sampai menculik orang juga dong."Aku malas memedulikan orang-orang ini, karena apa yang kukatakan memang kenyataan.Detik berikutnya, Yusi langsung angkat bicara pada mereka."Kalian jangan asal bicara ya! Aku memang beneran pacarnya Bang Hendra."Seketika itu juga, semua orang

  • Jerat Cinta Ibu Kos dan Putrinya   Bab 3

    Setelah menahannya bertahun-tahun, akhirnya aku bisa meluapkannya juga.Apalagi perempuannya masih muda, umur belasan tahun dan punya bodi yang mantap!Kulitnya terasa selembut gulali, rasanya bisa meleleh hanya dengan sekali sentuh.Suaranya pun benar-benar membuat seluruh tulangku terasa lemas.Bagaimana bisa ada makhluk seimut dia di dunia ini.Makin dipikirkan, aku justru makin kagum pada Sang Pencipta.Hebat sekali, bajingan.Rasanya semua tumpukan hasrat selama sepuluh tahun sudah keluar semua.Kenikmatannya benar-benar membuat jiwaku serasa melayang.Setelah terus bergumul selama dua jam, barulah aku beranjak dari atas tubuh Yusi dengan perasaan puas.Ucapan Yusi penuh nada kepuasan."Om, ternyata lakuin hal kayak gini rasanya enak banget ya.""Pantas saja Ibu kadang suka bawa cowok pulang, sensasinya memang senikmat ini."Melihat gelagatnya yang tampak ketagihan itu, hatiku rasanya senang bukan main.Ternyata ibu kos yang janda muda itu juga sama-sama tidak tahanan, sering cari

  • Jerat Cinta Ibu Kos dan Putrinya   Bab 2

    Namun, malam yang indah selalu terasa singkat. Tidak lama kemudian, aliran listrik sudah kembali normal dan lampu-lampu di dalam ruangan pun menyala.Yusi baru menyadari kalau posisi kami berdua sedang menempel sangat erat, wajahnya seketika merona merah, tidak berani menatapku.Tubuhnya pun perlahan merosot dan keluar dari pelukanku.Aku merasa masih belum puas, tapi hanya bisa menahan gejolak yang terasa menggelitik di dalam dada."Maaf ya, Om. Aku dari kecil memang takut banget sama petir. Mana kamarnya gelap, aku benar-benar takut kalau sendirian.""Nggak apa-apa, 'kan ada Om di sini, jangan takut lagi," kataku sambil menepuk-nepuk pundaknya."Ngomong-ngomong, hujan deras begini, ibumu pergi ke luar buat urusan apa?"Yusi mengerucutkan bibirnya lalu berkata, "Aku juga nggak tahu, kayaknya sih pergi dinas luar kota."Setelah itu, dia kembali ke kamarnya sendiri untuk tidur.Setelah seharian menarik ojol, badanku rasanya cukup lelah, jadi aku berniat ke kamar mandi untuk membersihkan

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status