Sudah biasa tidur kurang dari lima jam, lari ke sana-kemari di rumah sakit, dan bekerja tanpa henti mengerjakan laporan, Cantika tidak sanggup tidur dan rebahan lebih lama lagi. Sekitar pukul sebelas siang, wanita itu sudah segar bugar, walau agak nyeri kaki sedikit.Lambat-lambat Cantika bangun dari tempat tidurnya. Agak tertatih dia keluar kamar, lalu berjalan menuju lantai bawah. Aroma jahe yang khas seperti menuntun wanita itu untuk menuju dapur di lantai satu.Seketika langkah Cantika terhenti tepat di lantai dasar. Tatapan wanita itu langsung tertuju pada dapur, mengingat area ruang tamu, tangga menuju lantai dua, ruang makan, dan dapur tidak bersekat.Di dapur, Cantika melihat sendiri bagaimana Adrian bergerak dengan santainya. Pria itu mengenakan celemek merah bergambar kucingnya. Tangannya dengan lihai memo
Terakhir Diperbarui : 2026-07-18 Baca selengkapnya