“Fel, aku… aku sungguh tidak mengira kalau dia akan mampir ke sini sore ini. Tidak apa-apa, kan?” bisik Sera gugup, menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada.Sera berdiri mematung dengan kedua telapak tangan yang saling bertaut erat di depan dada. Felio tidak langsung menjawab. Pria itu hanya berdiri membisu, menatap Sera dengan tatapan mata yang sangat tajam, dingin, dan menghujat—seolah-olah sepasang manik hitamnya sanggup menguliti gadis itu hidup-hidup di tempat. Sera merinding. Ia sadar betul bahwa dirinya telah salah besar jika berpikir pria berdarah dingin di hadapannya ini dapat memaafkan pelanggaran aturan dengan mudah kali ini.Mereka berdua sudah mengikat janji resmi yang tertulis jelas di atas selembar kertas. Dan sore ini, Sera sendiri yang secara sadar telah melanggar aturan yang ia ciptakan dengan tangan kirinya sendiri.“Kau sudah melanggar janjimu,” ucap Felio akhirnya, suaranya tenang namun menekan. “Kalau begitu, besok aku akan mengajak te
Last Updated : 2026-08-05 Read more