"Ah, maaf, Inka. Habisnya isapanmu enak banget, aku sampai nggak sadar," bisik Leo dengan suara serak, napasnya menderu tak beraturan. Pria itu buru-buru menarik pelan kejantanannya dari mulut Inka, lalu menatap sang kekasih dengan tatapan penuh rasa bersalah sekaligus rasa lapar yang tak terbendung. Leo mengusap pipi Inka yang masih sedikit basah dengan ibu jarinya, memberikan kelembutan di tengah badai gairah yang sedang memuncak. Wajah Inka kini memerah sempurna, bagaikan kepiting rebus. Bibirnya tampak basah, sedikit bengkak oleh air liurnya sendiri akibat insiden tersedak tadi. Sementara itu, kejantanan Leo kini telah basah sepenuhnya oleh pelumas alami dari rongga mulut Inka, mengkilap dan berdiri tegak dengan aura yang begitu menuntut. Tanpa membuang waktu lagi, Leo merangkak naik, memosisikan tubuhnya di antara kedua kaki Inka yang terbuka lebar. Pria itu menyandarkan berat tubuhnya dengan bertumpu pada kedua siku tangan, lalu membawa kepala kejantanannya yang sudah basa
Última actualización : 2026-08-12 Leer más