Leo berdiri tegak di samping meja Davina, manik matanya menatap tajam ke arah punggung Mulan yang kini sudah duduk kembali di kubikelnya dengan kepala tertunduk, seolah-olah menjadi korban tertindas yang baru saja dimarahi tanpa alasan. "Anak itu benar-benar kelewatan, Dav," geram Leo dengan suara tertahan, jemarinya mengetuk permukaan meja dengan ritme cepat tanda kesal. "Tadi aku lihat sendiri dari jauh, lagaknya waktu ngomong sama kamu sok banget. Giliran aku datang, langsung pasang muka melas kaya orang tak berdosa. Jelas banget dia lagi main drama." Davina mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangan, menghela napas panjang untuk meredam sisa-sisa amarah yang masih bergemuruh di dadanya. Ia menggeleng pelan, merasa lelah menghadapi kelakuan junior yang bermuka dua itu. "Udah, Yo. Biarin aja," jawab Davina dengan suara parau. "Nggak usah diperpanjang atau diadukan ke siapa-siapa, terutama ke Mas Trian. Masa bodoh. Dua hari lagi aku juga udah resmi pindah ke lantai atas. A
Last Updated : 2026-08-14 Read more