"Tapi janji ya, jangan bikin ulah lagi di depan Davina atau yang lain," bisik Inka lirih, matanya masih mengawasi pintu ruang arsip dengan waspada. "Kalau sampai ada yang curiga berlebihan, aku bakal jadi orang pertama yang nendang kamu dari divisi operasional, Leo." Leo terkekeh pelan, getaran tawanya terasa di dada Inka karena jarak di antara mereka begitu dekat. Pria itu justru semakin memajukan wajahnya, sengaja menggoda. "Iya, Bu. Siap laksanakan," jawab Leo dengan nada setengah berbisik, lalu dengan cepat mendaratkan kecupan sekilas di ujung hidung Inka sebelum wanita itu sempat menghindar. Inka mendengus pelan, pipinya merona merah padam. Meskipun ia mencoba mempertahankan ekspresi galaknya, debar di dalam dadanya sama sekali tidak bisa dibohongi. Dengan gerakan sigap, Inka mendorong pelan dada Leo, merapikan letak foldernya, dan melangkah keluar dari sudut sempit rak arsip tersebut. Setelah memastikan situasi aman dan mereka keluar secara terpisah dengan selisih
Last Updated : 2026-08-05 Read more