"Kamu terlalu mabuk, Dav," bisik Trian di sela ciumannya, merasakan ketegangan yang semakin memuncak. Aroma parfum bercampur dengan sisa alkohol tercium dari sudut bibir Davina. Tanpa meminta izin, gadis itu kembali menyambar bibir managernya dengan lembut. "Sadar Dav, sebelum saya ikut kehilangan kendali," untuk pertama kalinya, Davina mendengar Trian memohon dengan nada tertahan sambil mencoba mendorong tubuh Davina berharap staff nya itu segera sadar dari mabuknya. Mendengar hal itu, Davina semakin merasa tertantang. Entah mengapa, melihat manajernya yang biasanya selalu arogan dan memerintahnya ini dan itu, kini tampak tak berdaya di bawah kendalinya menjadi kepuasaan tersendiri bagi Davina. Meski ia sendiri pun merasakan sensasi mabuk, membuat kepalanya sedikit pening. " Bukan di naik-turunkan, cobalah dengan gerakan maju-mundur, Dav.." Trian mencengkram erat panggul Davina, mencoba menyatukan tubuh mereka semakin dalam. Davina mulai memaju mundurkan pinggulnya dengan g
Last Updated : 2026-07-06 Read more