Pak Bos Galak, Tidak Mau di Tolak?!

Pak Bos Galak, Tidak Mau di Tolak?!

last updateLast Updated : 2026-09-06
By:  Smilegummy Updated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
28 ratings. 28 reviews
245Chapters
19.5Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

​"Kamu terlalu mabuk, Dav. Jangan dinaik-turunkan, cobalah dengan gerakan maju-mundur..." "Begini ya? ...Ahh hnghh mas.." Davina menatap sayu pria yang terbaring di bawahnya, sambil menggerakkan panggulnya mengikuti instruksi. ​Semua kegilaan ini bermula dari pengaruh alkohol di pesta kantor. Davina lepas kendali dan terus mengumpat kesal kepada Trian. Tak hanya menyerang kepribadian sang manager, ia bahkan secara terang-terangan menghina ukuran intim atasannya itu. " Ganteng sih, tapi belagu ! Sok banget tuh, palingan burungnya cuman segini, pendek !" ​Trian yang mendengar penghinaan tersebut tentu saja merasa harga dirinya diinjak-injak. Tidak terima dengan racauan mabuk Davina, ia langsung menantang wanita itu untuk membuktikan ucapannya sendiri dalam satu malam panas. ​"Siapkan dirimu malam ini, Dav. Karena saya tidak akan memberi ampun untuk ejekanmu barusan!"

View More

Chapter 1

BAB 1 | Gara-gara Mabuk

​"Kamu terlalu mabuk, Dav," bisik Trian di sela ciumannya, merasakan ketegangan yang semakin memuncak.

Aroma parfum bercampur dengan sisa alkohol tercium dari sudut bibir Davina. Tanpa meminta izin, gadis itu kembali menyambar bibir managernya dengan lembut.

​"Sadar Dav, sebelum saya ikut kehilangan kendali," untuk pertama kalinya, Davina mendengar Trian memohon dengan nada tertahan sambil mencoba mendorong tubuh Davina berharap staff nya itu segera sadar dari mabuknya.

Mendengar hal itu, Davina semakin merasa tertantang. Entah mengapa, melihat manajernya yang biasanya selalu arogan dan memerintahnya ini dan itu, kini tampak tak berdaya di bawah kendalinya menjadi kepuasaan tersendiri bagi Davina. Meski ia sendiri pun merasakan sensasi mabuk, membuat kepalanya sedikit pening.

'Rasain, biasanya cuman bisa ngomel doang !' batin Davina sambil menatap sayu kepada Mas Trian, manajer operasionalnya tanpa berniat memberi ampunan, menyerang pria itu dengan sentuhan yang lebih lembut dan dalam.

​Kegilaan ini berawal dari tumpukan kekesalan Davina pada manajer operasionalnya itu. Hari ini adalah malam perayaan anniversary kantor. Sejak jauh-jauh hari, Davina sudah membayangkan bisa menikmati hidangan lezat di ballroom hotel mewah yang disewa khusus oleh perusahaan.

Acara dijadwalkan pukul tujuh malam. Namun, saat waktu menunjukkan pukul tujuh kurang sepuluh menit, ia justru masih terjebak di kubikelnya, bergulat dengan setumpuk berkas rapat yang baru saja dilemparkan Trian ke mejanya.

​"Mas, sebentar lagi jam tujuh..." protes Davina dengan suara tertahan.

​"Lalu kenapa?" Trian menyahut datar tanpa sedikit pun mengalihkan pandangannya dari layar laptop.

​"Selesaikan laporannya sekarang, nanti kita berangkat bareng," titahnya mutlak.

​"Tapi, saya janjian bareng Inka, Mas..."

​"Memangnya Inka masih di sini?"

​Davina menunduk, menggertakkan gigi karena kesal. Sialnya, pria itu benar. Suasana kantor sudah senyap sejak sore tadi. Semua rekan kerjanya sudah lebih dulu pulang untuk bersiap ke pesta, sementara ia harus mendekam di ruangan bersama sang manajer yang terkenal paling galak, perfeksionis, dan arogan seantero kantor.

​Pukul sembilan malam, laporan itu akhirnya selesai. Davina mendengus kasar, melempar penanya ke atas meja. Kalau jam segini, makanan penutup di sana pasti sudah ludes tak bersisa, gerutunya dalam hati.

​Ini jelas bukan kali pertama Trian menguji batas kesabarannya. Dengan sisa-sisa tenaga dan emosi yang meluap, Davina melirik tajam ke arah pria itu yang mulai merapikan barang-barangnya. Trian bangkit, berjalan santai menuju pintu keluar.

​"Ayo, nanti keburu acaranya selesai," ujar Trian tanpa dosa.

​Davina mendengus sinis, bangkit menyusul dengan langkah menghentak. "Emang udah hampir selesai!" tukasnya tajam, menyimpan bara amarah yang siap meledak kapan saja.

​Dan benar saja, setibanya mereka di ballroom hotel, meja hidangan penutup telah ludes tanpa sisa, dan sesi pengundian doorprize sudah mendekati babak akhir.

​Dengan langkah gontai, Davina melangkah mendekati meja bundar dan langsung menjatuhkan diri di kursi sebelah Inka. Temannya itu menatapnya dengan sorot mata penuh iba.

​"Nih, tadi aku ambilin kupon doorprize-nya buat kamu, jaga-jaga siapa tahu beruntung," bisik Inka sambil menyodorkan selembar kertas kecil.

​"Makasih banyak, ya, In.." Davina memasang wajah sendu, napasnya masih memburu akibat kekesalan yang belum sepenuhnya reda.

​Tanpa pikir panjang, Davina meraih gelas tinggi berisi koktail di hadapannya dan langsung menenggak isinya dalam sekali teguk, membiarkan cairan dingin itu meluncur pelan untuk meredam panas di dadanya.

​"Eh, nanti mabuk, loh..." Inka mencoba mencegah, tetapi terlambat. Davina justru menyambar gelas koktail milik Inka yang sengaja dibiarkan utuh di atas meja.

​"Dav... kamu tuh nggak kuat minum," tegur Inka cemas.

​"Ahh..." Davina mendesis, alisnya bertaut tajam. Pandangannya yang mulai mengabur beralih ke panggung utama, menatap lurus pada sosok Trian yang sedang berdiri di atas podium, memberikan sambutan penutup acara kantor.

​"Manajer gila!" umpatnya lirih, penuh benci.

​Beberapa saat kemudian, langkah Davina mulai terhuyung. Kepalanya mendadak pening berputar, tetapi anehnya, ada sensasi ringan yang menggelayut di dadanya, seolah amarahnya melebur bersama alkohol yang mengalir di pembuluh darahnya. Ia memaksa kakinya melangkah menuju toilet wanita, sementara Inka mengekor erat di sampingnya dengan wajah panik.

​"Tuh kan, apa kubilang. Mabuk kan kamu?" seru Inka, memapah tubuh Davina yang nyaris ambruk.

​"Ini tuh gara-gara Trian..." cibir Davina cadel, napasnya berbau alkohol pekat.

​"Ganteng sih, tapi belagu! Sok banget, palingan barangnya cuma segini!" Davina memperagakan kedua jarinya, merentangkan jarak yang tampak begitu pendek dengan tatapan meremehkan.

​"Sepuluh senti? Nggak sampai satu jengkal!" lanjutnya lagi sambil tertawa lepas, mengabaikan situasi sekitar.

​"Dav, jangan bicara mesum di sini!" Inka buru-buru membekap mulut Davina dengan telapak tangannya. Wanita itu sudah mulai meracau tak keruan akibat pengaruh alkohol.

​"Badannya sih bagus, six-pack, tapi kalau barangnya kecil buat apa, ya kan, Inka?" cecar Davina tanpa filter.

​"Maksud kamu barang apa, Dav?"

​Jantung Inka nyaris copot saat suara bariton yang sangat familier dan dingin itu tiba-tiba menggelegar dari arah belakang mereka. Dengan kaku, Inka dan Davina menoleh perlahan.

​"Mas... Trian?"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ratings

10
100%(28)
9
0%(0)
8
0%(0)
7
0%(0)
6
0%(0)
5
0%(0)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(0)
10 / 10.0
28 ratings · 28 reviews
Write a review

reviewsMore

fazaa
fazaa
aaaa suka banget sama alurnya seru.... mampir juga di story aku ya judulnya " Rahasia Malam Sultan"
2026-09-01 19:25:22
2
0
Freyaa
Freyaa
Wah seru nih, saya mampir kak
2026-08-31 16:31:42
3
0
Sweety
Sweety
ceritanya seru banget, gak berenti senyum-senyum bacanya
2026-08-28 16:31:45
3
1
Tinta_Jojon
Tinta_Jojon
seru, ada lucu2nya juga. menarik lah pokoknya untuk dibaca
2026-08-24 23:50:18
2
0
Maufy Izha
Maufy Izha
Asli seru banget, Davina kocak bangett, cocok sama Trian yang galak wkwkkw lanjut Thor, ditunggu update terbarunya ^⁠_⁠^
2026-08-14 11:26:43
3
1
245 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status