Keesokan harinya, pola yang sama terulang kembali tanpa ada yang berubah sedikit pun. Trian terbangun dengan mata yang terasa berat dan pening akibat kurang tidur. Di sampingnya, Davina masih tertidur pulas dalam posisi memunggunginya, berselimut tebal hingga sebatas bahu, seolah keberadaan Trian di kamar itu sama sekali tak menyentuh alam bawah sadarnya. Trian memandangi punggung istrinya sejenak dalam keheningan yang kaku. Tak ada teguran ramah, tak ada usapan lembut di pipi, dan tak ada kata-kata hangat penyemangat pagi. Dengan helaan napas berat, Trian bangkit, mandi, dan memilih pakaian kerjanya sendiri di lemari. Ketika ia turun ke lantai bawah, Bik Asih sedang menata cangkir teh di meja makan. Wanita paruh baya itu menangkap gurat lelah dan pudar di wajah majikannya. Bik Asih mulai merasakan ada yang tidak beres dengan hubungan suami istri itu, mengingat Davina y
Huling Na-update : 2026-09-10 Magbasa pa