"Mama... Mayi pulang dulu ya," cicit Kamari seraya memeluk leher Davina erat-erat di ambang pintu. Pipi mungilnya menempel hangat di leher sang ibu. "Besok Mayi ke sini lagi kan, Ma? Janji ya, Ma?" Davina mengecup kedua pipi putrinya bergantian, menahan air mata yang mendadak menggenang di pelupuk matanya. "Iya, Sayang. Janji. Kamari anak pintar, di rumah nurut sama Oma dan Papa, ya." Di samping Kamari, Suster Rina berdiri seraya menjinjing tas perlengkapan medisnya. Ia mengukir senyum hangat pada Davina. "Mbak Davina, kondisi Mbak secara keseluruhan sudah sangat stabil. Karena Mbak juga sudah merasa mampu beraktivitas mandiri, tugas saya mendampingi Mbak berakhir hari ini. Saya pamit ya, Mbak." "Terima kasih banyak ya, Sus," balas Davina tulus. Ia lalu memandang ke arah Biru yang berdiri tegap menanti di koridor. "Biru, tolong antar Suster Rina sekalian ya. Kasihan kalau
Huling Na-update : 2026-09-18 Magbasa pa