Mendengar ucapan tetangganya, Sakha langsung terpaku.Pindah rumah?Tapi kenapa Safira tidak pernah memberitahunya?Entah kenapa, kegelisahan tiba-tiba memenuhi dada Sakha.Dia segera mengeluarkan ponsel. Dengan jemari yang sedikit gemetar, dia mengirim pesan kepada Safira.[Safira, kamu pindah rumah?]Tapi pesan itu cuma berhenti di satu centang abu-abu. Nggak pernah berubah jadi dua.Dia buru-buru menelepon, dan baru menyadari kalau nomornya juga sudah diblokir.Tiba-tiba terdengar suara pintu lift terbuka.Winna menghampiri sambil berkata lembut, "Kak Sakha, Safira masih marah, ya? Gimana kalau kamu naik dulu ke apartemenku dan istirahat sebentar?"Biasanya, dalam situasi seperti ini, Sakha selalu menganggap Safira yang kekanak-kanakan, sedangkan Winna jauh lebih pengertian.Namun hari ini, entah mengapa suara Winna justru terdengar begitu mengusik telinganya."Nggak." Sakha mengernyit. Suaranya terdengar serak. "Safira sudah pindah rumah, tapi nggak ada yang ngasih tahu aku. Kamu t
Read more