Agnes dan Pak Dunding saling lirik, lalu memperhatikan Daniel yang minum satu gelas air putih sekali tenggak.“Saya belikan air dulu, mbak,” kata Pak Dunding mengambil uang di laci gerobaknya.“Untuk apa?” tanya Daniel panik.“Itu air putih yang saya bawa kan cuma satu teko,” Pak Dunding menunjuk ke teko plastik yang berisi air putih setengah teko saja, “sedangkan itu nasi gorengnya baru makan sesuap. Pasti butuh minum lagi, kan?”“Beli air minumnya di mana, Pak? Jauh?” tanya Agnes khawatir.“Itu, di sebelah sana ada mini market,” Pak Dunding melangkah keluar tenda, “titip gerobak ya, mbak?”“Iya, Pak. Hati-hati!” teriak Agnes.Daniel tidak tahu harus berkata apa. Ini pertama kalinya ia menerima kebaikan dari seseorang yang sudah tua dan jika dibandingkan dengan apa yang dimilikinya, orang tersebut sama sekali tidak ada artinya.“Kalau tidak sanggup, tidak usah dilanjutkan,” kata Agnes menatap nasi goreng seafood pedas yang ada di hadapannya Daniel.“Siapa bilang tidak sanggup?” Danie
Last Updated : 2026-08-26 Read more