Bahasa Peronasku semakin lancar, dan pekerjaanku pun berjalan lebih mulus.Peter berkata bahwa musim semi mendatang, dia akan membiarkanku menangani sebuah kasus secara mandiri.Malam itu, setelah selesai bekerja lembur, aku kembali ke apartemen dan melihat sosok yang sangat kukenal di lantai bawah.Dia mengenakan mantel hitam panjang, berdiri di bawah lampu jalan, sambil memegang buket bunga.Begitu melihatku, dia langsung bergegas menghampiri.“Linda.”Itu adalah Toni.Penampilannya sangat berubah, tubuhnya kurus kering, matanya cekung, tulang pipinya menonjol, dan bibirnya pecah-pecah, seolah-olah dia belum makan atau tidur dengan baik selama sebulan.Aku berdiri mematung, tidak bergerak sama sekali.“Kenapa kau ke sini?”“Aku datang untuk menemuimu.” Suaranya serak. “Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi.”“Menunggu apa?”“Menunggu kau pulang,” katanya. “Kau tidak membalas pesanku, ataupun menjawab teleponku, jadi aku tidak punya pilihan selain datang ke sini.”Aku menatap bunga
Read more