"Apa itu jawaban? Kamu menolak tawaran saya? Saya akan pergi ke Bangkok Minggu depan Elsa." "Ada siapa sih, Kak? Ini sudah malam, lho. Kalau ada tamu di suruh masuk dong, jangan hanya di luar saja." Sebuah suara ketus dari dalam rumah memotong percakapan keduanya. Landy menoleh pada sumber suara dengan wajah tidak enak. "Ada mamah di rumah?" Tanya pria itu sungkan. Elsa mengangguk pelan, jantungnya mulai berdebar cepat karena takut. Dia tahu situasi akan memburuk jika keduanya bertemu. "Maafin aku, Mas." Cicitnya lagi dengan wajah bertambah resah. Dia khawatir ibunya akan membuat masalah jika tahu Landy datang ke rumah. Landy menggeleng dengan sebaris senyum tipis di wajah tampannya, mencoba menenangkan Elsa. "Enggak apa-apa. Saya paham, kok. Karena itu kamu enggak persilahkan saya masuk. Saya mengerti, Elsa." Klek. Pintu depan terbuka lebar. Ibu Elsa berdiri di sana dengan melipat tangan di dada, menatap Landy dengan pandangan mata yang sangat tidak suka. "Oh, ada kamu,
Last Updated : 2026-07-11 Read more