MasukElsa sudah delapan tahun diperas menjadi LC dan tulang punggung keluarga, tetapi ibunya melarang keras dia berhenti. Di tengah rasa muak itu, sang ayah justru kalah judi satu miliar rupiah hingga menyeret Elsa ke dalam jeratan Bram—pria kaya raya dengan fetish seksual sadis yang suka mencambuk dan memasung tubuhnya. Demi menyelamatkan rumah dari lintah darat, Elsa terpaksa pasrah menjadi budak nafsu demi menghidupi keluarga yang tidak tahu diri. "Jangan bertingkah seolah kamu paling menderita, Elsa! Bram memenuhi semua permintaan Mamah, dia bahkan berniat menikahi kamu."
Lihat lebih banyakLandy berjalan membelah kerumunan orang yang menari dengan heboh di Club, di tangannya sebuah tas berisi uang tunai sebesar satu Milyar telah dia siapkan demi membayar hidup sang mantan istri. Ponsel Elsa tidak bisa di hubungi, Landy tidak ingin membuang waktu lagi untuk menunggu. Pria itu segera mendatangi tempat pertemuan yang telah dia janjikan bersama Bram setelah jam kerjanya berakhir. "Saya harap urusan kita berakhir di sini. Uang yang Anda berikan pada orang tua Elsa, uang yang tidak pernah Elsa lihat bentuknya ini, telah saya kembalikan!" Landy menyodorkan tas ke atas meja di ruang VIP Club. Di depannya, Bram duduk bersandar pada sofa sembari menyesap rokok dan meneguk segelas Wine. Di sebelahnya ada dua orang pria bertubuh atletis tengah bermesraan dengan dua orang wanita malam. "Kamu tangguh juga ternyata! saya pikir kalian hanya rakyat jelata!" Sahut pria itu sembari meniup asap rokok dengan santai. "Saya enggak peduli pen
"Saya sudah muak dengan semua ancaman kamu, Bram!" Bisik Elsa dengan wajah menantang,"... Jika kamu berani menganggu orang terdekat saya, saya akan hancurkan kamu dan hidup kamu!" Mendengar ancaman Elsa Bram tercekat sejenak, kemudian secepat kilat dia merubah raut wajahnya. Pria itu tertawa sumbang melihat kegigihan Elsa untuk mengalahkannya. "Sebelum semua ancaman kamu itu terjadi, kamu mungkin akan hancur lebih dulu bahkan sebelum kamu keluar dari ruangan ini, Elsa!" Sahut Bram, dengan seringai licik di wajahnya. Elsa mendecih, kemudian tertawa sumbang atas kalimat Bram,"Saya memang sudah hancur! apa lagi yang mau kamu hancurkan dari saya? kamu mau bunuh saya? silahkan!" Elsa mengulurkan kedua tangannya dengan gestur pasrah yang di buat-buat. Bram mengerutkan dahinya, gelagat Elsa sangat aneh. Wanita itu berbeda dari biasanya, dia menjadi sangat liar dan berani. Seolah dia punya dua kepribadian. "Kamu enggak berani? Bukankah bia
"Kamu mungkin harus istirahat lebih banyak dan mengunjungi dokter, Elsa! saya akan menghadapi Bram sendirian," Kalimat itu masih terngiang di telinganya, meski kini dia hanya bisa meringkuk di atas ranjang dengan tubuh gemetar. Elsa belum selesai dengan masa lalunya, dirinya terus menolak untuk mengingat masa-masa menyakitkan itu. Tubuhnya terus bereaksi berlebihan ketika dia memikirkan apa yang harus dia lakukan di club ketika bertemu dengan Bram nanti. Dia bangkit dan duduk di sisi ranjang dengan napas yang seolah tercekat, kemudian Elsa mengikuti instruksi Landy lagi untuk menenangkan diri. Dia sudah menolak ide pria itu untuk tetap di hotel dan membiarkan Landy menyerahkan uangnya sendiri. Elsa tidak mungkin membiarkannya masuk ke dalam kandang singa seorang diri. Wanita itu memberanikan diri, dia bertekad untuk datang ke tempat Bram bekerja seorang diri, siang ini, Elsa akan menemui Bram dan memohon sekali lagi. "Saya minta m
"Malam ini, kita ke Club tempat kamu bekerja dulu ya! saya sudah hubungi Bram! dia meminta untuk bertemu di sana,"Elsa mendadak kelu, napasnya tersengal dan dadanya berdegup kencang. Mendengar bahwa dia akan kembali ke tempat kerjanya yang dulu, membuat nyalinya ciut dan dia mendadak kehilangan kata-kata. "Elsa? kamu masih di sana kan?" Panggil Landy dari balik telepon genggamnya, ketika dia menyadari wanita itu hanya diam."Eh, Iya Mas! Aku masih di sini!" Sahutnya terbata dengan wajah penuh kerisauan."Ada apa? Kamu enggak ingin datang ke Club?" Tanya Landy yang seolah bisa membaca gelagat Elsa dari jauh. Elsa menarik napas panjang, menetralkan perasaannya yang kini takut dan kalut,"Entah Mas! aku bingung dengan diri ku sendiri, tiba-tiba aku merasa enggak nyaman, mendengar kamu menyebut tempat itu! aku, aku merasa takut dan asing," Ujarnya dengan wajah lesu. "Kamu enggak mau kembali ke sana? kalau begitu, kamu enggak perlu


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan