Darka dan Jenika sudah sampai di restaurant Dinamika. Keduanya menghampiri Tuan Marson yang tengah menunggu depan berbagai hidangan di depannya. Mereka memberikan hormat pada Tuan Marson sebelum duduk bersebelahan."Maaf jika Tuan menunggu lama," ucap Darka."Tidak masalah. Oh, jangan panggil aku Tuan. Panggil saja aku Ayah. Kau itu calon menantuku, Darka," ucap Tuan Marson tertawa."Ah, iya, Ayah.""Ayo kita mulai makan siangnya! Kita makan sambil berbincang nanti."Mereka pun memulai makan siang itu dengan nikmat. Di tengah kegiatan makan itu berlangsung, Tuan Marson pun buka suara."Apa kalian sudah terpikir kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?" tanya Tuan Marson.Darka dan Jenika saling pandang sebentar. Dugaan mereka benar, hal yang dibicarakan adalah soal pernikahan. Jenika berdecak dalam hati, ia tak enak hati dengan Darka yang harus menghadapi pertanyaan seperti itu."Kami belum memikirkannya, Ayah. Bagiku menikah bukanlah hal yang mudah. Maksudku ... perlu kesiapan fi
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-03 Mehr lesen