Pagi hari setelah malam yang penuh gairah, kehangatan masih melingkupi kamar utama apartemen Daren.Sinar matahari pagi yang menerobos masuk melalui celah gorden menerangi wajah Devya yang masih terlelap nyaman di bawah selimut sutra.Daren yang sudah rapi dengan kemeja putih dan celana bahan hitam duduk di tepi ranjang.Pria itu menyandarkan tubuhnya, membelai lembut pipi mulus Devya, lalu mendaratkan kecupan hangat di bibirnya.Devya lenguh pelan, perlahan membuka matanya. "Daren, kamu sudah mau berangkat?"Daren tersenyum manis, mengusap rambut terurai wanitanya."Iya, Baby. Tapi kamu istirahat saja di rumah hari ini. Aku sudah minta koki menyiapkan sarapan favoritmu. Jangan lupa dimakan, ya?""Terima kasih, Daren," bisik Devya dengan nada suara manja, lalu mengikis jarak untuk mengecup rahang tegas Daren sebelum pria itu berdiri dan melangkah keluar kamar.Namun, di tempat lain yang tak jauh dari pusat kota, ketenangan keluarga Zion benar-benar hancur total.Di dalam kantornya yan
Last Updated : 2026-08-09 Read more