“Devya. Aku ingin bicara sama kamu!”Devya yang baru saja hendak melangkah keluar dari butik menuju mobilnya mendadak menghentikan langkah kaki.Langkahnya terhenti saat seorang wanita tua berpenampilan kusam, kurus, dan pakaiannya lusuh menghentikan jalannya secara tiba-tiba.Wanita itu adalah Luna, yang kini hidup melarat di rumah kontrakan sempit tanpa harta dan tanpa anak laki-lakinya yang mendekam di sel tahanan.Luna berlutut di atas trotoar keras di hadapan Devya, bersujud sembari menangis histeris di bawah terik matahari.Dua pengawal pribadi Daren yang siaga di dekat mobil langsung bergerak maju untuk menghadang pergerakan wanita tua tersebut."Jangan mendekat pada Nona Devya! Mundur!" bentak salah satu pengawal pribadi dengan nada suara yang sangat tegas.Devya mengangkat tangannya pelan, memberi isyarat agar pengawalnya menahan diri sejenak. "Biarkan dia bicara, Pak."Dengan suara gemetar dan berderai air mata, wanita yang dulunya begitu sombong dan kerap menindas Devya itu
Last Updated : 2026-08-20 Read more