Namira membuka mata perlahan, aroma khas rumah sakit tercium di hidungnya. Ia mengerjap, menoleh ke sisi kanan dan menemukan Elena tengah duduk sambil memegang tangannya lembut. Saat Namira mencoba bergerak, Elena sadar dan menatapnya penuh binar. "Kamu sudah sadar, Namira? Mama panggil dokter dulu ya?" ujar Elena, namun saat dia akan pergi, Namira memegang tangannya cukup erat. Gelengan kepala kecil Namira membuat niat Elena urung. "Kenapa?" tanyanya pelan kala melihat mata menantunya berkaca-kaca. "Ma, Elang. Aku mau Elang," bisiknya pelan. "Elang sedang keluar, Sayang. Mama coba telepon dulu ya?" Namira mengangguk sebagai jawaban. Entah lah, di saat seperti ini ia tidak menginginkan apapun kecuali ada Elang di sisinya. Pria itu sudah menjadi obatnya di saat ia sakit. Mengingat kejadian itu membuat Namira tidak sanggup menyadari fakta bahwasanya keluarganya sudah hancur total. Terlebih, mengingat perkataan Jonathan beberapa waktu lalu yang menyatakan ia bukan anaknya. Satu jam
최신 업데이트 : 2026-09-16 더 보기