Menikahi Tunangan Kakakku

Menikahi Tunangan Kakakku

last updateDernière mise à jour : 2026-08-08
Par:  Septiyan Wulandari Mis à jour à l'instant
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Notes insuffisantes
9Chapitres
32Vues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Namira harus melerakan kejayaan karirnya lantaran terjerat skandal bersama Elang—taipan kaya yang juga calon kakak iparnya sendiri. Tidak ada pilihan lain selain menikah dengan pria itu, meski Namira sama sekali tidak memiliki perasaan apapun padanya. Meski awalnya Namira tidak setuju dengan pernikahan tersebut, Elang justru menawarkan sesuatu yang membuat Namira luluh. Impiannya. Lambat laun, semuanya berubah. Elang bukan orang yang terlalu buruk, di balik itu semua—dia benar-benar suami impian semua orang. Di saat Namira sudah mulai menaruh rasa, satu persatu keraguan muncul secara perlahan. Bersama Elang mungkin bisa memperbaiki hidupnya yang kacau, namun di sisi lain benturan tak terlihat membuat Namira semakin yakin kalau pernikahan ini harus segera dihentikan—apalagi rahasia kelam yang Elang sembunyikan selama ini terbongkar. Apa yang harus Namira lakukan?

Voir plus

Chapitre 1

Bab 1: Mimpi Buruk

"Breaking News"

"Artis yang sedang naik daun, Namira Adiningrat, diduga terlibat skandal video panas bersama pengusaha Elang Pradeepa Raespati, yang diketahui akan menikah dengan kakak kandungnya pekan depan."

Laura membuka pintu sedikit terburu-buru, ia menunjukkan video panas itu ke Namira. Sama dengan Namira, wajah Laura juga tampak cemas. Wanita itu lalu sibuk dengan tabnya, membalas satu persatu pesan yang masuk dari pihak endorsement termasuk pihak rumah produksi film yang akan tayang dalam waktu dekat.

"Kacau, Ra. Kacau. Beberapa brand putus kerjasama dalam sekejap gara-gara video syur itu. Ditambah, sekarang film kamu terancam gagal tayang," ujar Laura. Tangannya terus scroll ke bawah, "Banyak banget yang menyerukan boikot sama brand yang belum putus kerjasama sama kamu," lanjutnya.

Namira hanya diam, ia tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Kepalanya terasa penuh akan ketakutan satu hal yakni respon keluarganya. Ia baru saja membuka ponsel dan berita skandalnya bocor begitu saja.

Bagaimana ia terbangun dengan Elang di tempat tidur, ingatan persetubuhan itu, lalu senyuman Elang yang sangat menakutkan membuat pikiran Namira terasa kacau—sangat kacau sampai ingin mati rasanya. Mengingat kejadian beberapa hari lalu membuatnya menyesal, kenapa ia harus minum alkohol?

Pemotretan yang sudah Namira lakukan seharian ini gagal dan brand telah putus kerjasama. Laura mengantarkannya ke apartemen dan berusaha menenangkannya, namun wanita itu hanya diam dan tak mengucapkan satu kata pun.

"Aku pergi dulu, sebaiknya kamu jangan lihat internet dalam beberapa hari ini. Apapun yang terjadi, kesalahan yang kamu lakukan malam itu, cukup sampai di sini. Aku akan menghubungi media untuk menurunkan berita," ujarnya sebelum benar-benar pergi meninggalkan Namira sendiri di apartemen.

Namira mengecek ponselnya alih-alih menuruti ucapan Laura. Ia membuka video yang beberapa jam lalu dikirimkan oleh Laura. Di dalam video tersebut wajahnya dan Elang terekspos jelas tanpa blur sama sekali. Ia mengamati raut wajahnya—tampak menikmati, mendesah, lalu meminta Elang untuk masuk lebih dalam.

Sebuah pesan masuk dari ayahnya membuat Namira terdiam. Jantungnya berdetak kian lebih cepat kala tahu hidupnya terancam kali ini.

'Cepat pulang sekarang!'

****

Wajah Namira terpelanting ke samping karena tamparan Jonathan. Rasa panas menyeruak di pipi hingga telinganya terasa berdenging hebat. Air matanya mengenang di pelupuk mata, namun sekuat tenaga Namira menahannya agar tak jatuh. Ia bukan wanita lemah yang sedikit-sedikit menangis, rasa sakit ini bukanlah apa-apa.

Di sana, Zahra dalam kondisi kacau. Wajahnya sembab karena terlalu banyak menangis. Sorot mata Zahra tampak kecewa dan membuat Namira merasa bersalah.

Jonathan sangat amat murka kala tahu video syur putrinya tersebar di dunia maya dan dijadikan tontonan gratis oleh banyak orang. Sebagai pembisnis terkemuka, masalah ini tentu saja bukan masalah kecil, akibatnya saham langsung merosot tajam.

"Saya nggak pernah peduli kamu tidur dengan siapa saja di luar sana, tapi jangan bawa nama Adiningrat! Lihat atas perbuatan kamu, saham merosot tajam dan kamu hanya bisa diam tanpa melakukan apa-apa!" Jonathan memborbardir Namira dengan banyak kalimat menyakitkan hingga membuatnya sakit di area dada. "Saya heran dengan sifat kamu yang satu ini, sebenarnya sifat ini turunan dari siapa?"

"Maaf," kata Namira pelan.

"Saya nggak butuh maaf kamu, Namira. Kamu mencoreng nama Adiningrat. Keputusan final, kamu harus menikah dengan Elang."

"Pa!" Zahra berseru kencang, ia menatap Jonathan dengan tatapan tak percaya. Matanya sudah berkaca-kaca, ia tidak bisa menerima bagaimana keputusan ini mengubur impiannya untuk menikah dengan pria yang selama ini ia kagumi. Hatinya remuk seketika, terasa sakit hingga membuatnya ingin pingsan. "Papa nggak bisa melakukan ini," ujarnya pelan, hampir tak terdengar.

"Keputusan ini nggak bisa diganggu gugat. Pernikahan Namira dan Elang akan dipercepat," ujar Jonathan mutlak.

Jonathan pergi, disusul Zahra yang mengejarnya sambil menangis. Sedangkan Namira hanya terdiam mengamati bagaimana terlukanya Zahra.

Namira menatap Ranum yang saat ini masih di sana, tatapannya tampak menunjukkan kesedihan.

"Kakakmu hancur, mama nggak tahu harus berbuat apa. Kenapa kamu melakukan ini pada kakakmu, Ra?" tanya Ranum.

"Mama boleh percaya dengan berita itu, tapi tolong, jangan anggap aku sengaja melakukan hal yang buat Kak Zahra sakit." Namira pergi setelah mengatakan itu, rasanya hatinya sakit sekali saat mengatakannya.

Di dalam mobil, Namira menangis sejadi-jadinya. Permasalahan kali ini Namira sangat amat ketakutan. Mengingat batas minum alkoholnya cukup tinggi, Namira yakin kalau ia tidak akan mabuk kalau hanya minum segelas wine. Ada yang tidak beres, ia yakin ada yang menjebaknya. Tapi siapa?

Berkat kejadian malam itu, hidup Namira hancur dalam sekejap. Karirnya terancam redup, filmnya rencana diboikot?

Elang adalah jawabannya. Ia harus menemui pria itu untuk meminta penjelasan. Dengan cepat ia segera pergi ke rumah pria itu, tak peduli hari sudah malam, tak peduli jepretan wartawan menghantui, atau semakin banyaknya media miring yang menyebutnya jalang.

Hari sudah tengah malam, Namira berjalan menuju unit apartemen Elang. Ia menekan bel, beberapa menit pintu terbuka menampilkan Elang tengah berdiri tanpa ekspresi.

Pria itu tidak mengucapkan satu kata pun, ia berbalik seolah menyuruh Namira mengikutinya dari belakang.

"Kita akan menikah secepatnya," ujar Elang, mutlak tak terbantahkan. Pria itu menyesap nikotinnya, menatap Namira dengan sorot datar.

"Kita nggak bisa menikah! Kamu tunangan kakakku!" seru Namira tersulut emosi.

"Pertunangan kami sudah batal karena insiden malam itu."

"Nggak, kalian akan tetap menikah. Kamu pasti punya cara untuk mengatasi masalah ini, keluargamu berkuasa, seharusnya kamu bisa membungkam media dan mencari cara agar—"

"Kamu menikmati saat aku memasukimu, Namira."

Wanita itu terdiam. Skakmat, ia tak bisa berkata-kata karena ucapan fakta Elang. Mengingat bagaimana ia menikmati sentuhan Elang, sedikit demi sedikit Namira tidak bisa menolak fakta bahwasanya ia bersifat munafik.

"Itu kecelakaan! Aku ... kita pasti dijebak," elak Namira yakin.

"Apapun itu, media akan terus menggonggong. Cara untuk mengatasi semua ini hanya dengan kita menikah. Nggak ada cara lain," ujar Elang.

Pria itu maju selangkah demi selangkah, mengurung Namira dalam sekejap dan membuatnya terjebak. Napas Namira tercekat kala wajah Elang semakin dekat dengan wajahnya. Embusan napas Elang dapat ia rasakan, berat dan sangat dominan.

"Aku nggak mau menikah dengan kamu," tolak Namira pelan.

"Karir kamu akan hancur. Ingat bagaimana kamu merintis karir ini dari nol, dan sekarang hancur dalam sekejap. Kamu nggak punya pilihan, Namira." Elang berbisik dan membuat bulu kuduk Namira merinding. "Pernikahan ini akan menguntungkan kamu. Selama kamu jadi istri saya, karir kamu akan aman. Pikirkan dulu," ujar Elang melanjutkan.

Namira mengepalkan tangan hingga kuku jarinya menusuk ke telapak. Ia menatap Elang penuh putus asa sekaligus benci.

"Jadi ... apa keputusanmu?"

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Pas de commentaire
9
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status