"Fano?" Fano tersenyum, rekan artisnya itu memilih duduk di depannya. "Lama ya nggak jumpa, kamu apa kabar?" Namira tersenyum tipis. "Aku baik," jawabnya seadanya. Namira melanjutkan makannya yang sempat tertunda, ia tak menghiraukan Fano yang masih ada di sana. Lagi pula, ia tidak begitu akrab dengan pria itu, mereka hanya rekan kerja di proyek film Karma. "Aku mendengar berita tentang skandal kamu, itu sangat memperihatinkan." Namira berhenti makan, ia sudah tak berselera. "Aku hanya apes, lagi pula sekarang aku sudah menikah. Semua juga sudah berlalu, apa yang aku pusingkan?" "Dia calon kakak ipar kamu," ujar Fano lagi dan lagi. Ucapan pria itu seakan memojokkan Namira. "Kamu masih berpikir itu hal yang wajar?" "Kamu di sini mau mengajak ribut atau menyapa? Kalau menyapa bukan seperti ini caranya, Fan." Namira berbicara cukup spontan, ia muak. "Kamu nggak seharusnya berbicara mengenai ini, kita juga nggak terlalu akrab," lanjutnya. "Kamu yang nggak mau akrab, Namira. Bahkan
Last Updated : 2026-08-09 Read more