Pernikahan Elang dan Namira berjalan lancar, beberapa awak media meliput dan menyiarkan di beberapa stasiun televisi. Di sana, Namira benar-benar dituntut akting bahagia dan menikmati momen sakral ini, namun jauh di dalam hati, pikiran wanita itu amburadul. Matanya sibuk mencari keberadaan Zahra namun nihil, keberadaannya tak terendus. Rangkulan posesif Elang pada pinggangnya membuat Namira merasa terikat, terkekang, dan memuakkan. Pria itu mengajaknya berbicara kepada tamunya, hingga pada akhirnya ia terjebak bersama Elena, ibu Elang. Namira merasa dilucuti, tatapan beliau begitu mengintimidasi dan menyesakkan. "Jaga nama baik Elang, saya harap kamu bisa menjaga ini dengan baik." "Iya Tante, aku usahain." Nada suara Elena begitu menakutkan dan cukup menekan. Namira paham, mungkin karena skandal besar ini membuat wanita paruh baya itu takut kalau ia akan membuat masalah di kehidupan Elang. "Tidak, itu kewajiban. Ketika kamu ingin berbuat sesuatu, saya harap kamu ingat p
Última actualización : 2026-07-08 Leer más