"Hamil?" Suara Zahra tertahan dalam tenggorokan. Ia melihat tubuh Namira yang masih terbaring, lalu melihat ke arah wanita asing yang kini sibuk menelepon seseorang. Perkataan dokter kandungan beberapa menit lalu membuat Zahra sedikit terkejut dan sempat tak percaya, namun sudah tidak ada rasa kecewa lagi, hatinya sudah menerima semuanya. "Kamu siapanya Namira?" tanyanya pada Rengganis. "Aku temannya, kamu sendiri?" tanya Rengganis kala selesai menelepon. "Aku Zahra, dokter di sini. Aku juga kakaknya Namira." "Oh aku baru tahu. Dia sedang hamil, usia kandungannya baru satu bulan, rawan banget. Aku sudah menelpon Elang, dia mau datang ke sini sebentar lagi." Rengganis menjelaskan lagi, Zahra hanya mengangguk. "Kamu mau masuk menemui Namira atau..." "Aku mau kembali bekerja, tolong sampaikan salamku ya? Jaga dia sebelum Elang sampai ke sini," katanya berpamitan. Setelah Zahra pergi, Rengganis terdiam cukup lama. Jadi itu mantan Elang, pikirnya. Jujur saja, jika dibandingkan dengan
최신 업데이트 : 2026-08-27 더 보기