"Permisi, Mbak Nadya... ini teh hangatnya sudah saya buatkan," ucap Mbak Sumi dengan suara gemetaran sembari meletakkan nampan di ujung meja ruang tengah.Nadya yang sedang duduk canggung langsung berdiri dari sofa, merasa sangat tidak enak hati melihat perlakuan pelayan senior itu."Mbak Sumi, tidak usah repot-repot panggilan saya Mbak. Panggil Nadya saja seperti biasa," ujar Nadya pelan berusaha mengikis jarak di antara mereka.Sumi langsung membungkukkan badannya sangat dalam, melangkah mundur dua langkah dengan raut wajah penuh ketakutan yang dibuat-buat."Jangan, Mbak Nadya. Saya takut setengah mati sama Pak Johan. Nanti kalau saya tidak sopan, saya bisa dipecat seketika," potong Sumi kaku."Tapi kita kan teman kerja dari dulu, Mbak," desak Nadya dengan tatapan mata memohon yang teramat sangat.Mbak Ani yang baru saja melintas membawa kain lap ikut menghentikan langkahnya, lalu menundukkan kepala tanpa berani menatap mata Nadya."Mohon maaf, Mbak Nadya. Tingkat kita sekarang suda
Last Updated : 2026-08-16 Read more