Kringg! Kringg!Suara nyaring panggilan telepon dari atas meja makan mendadak memecah ketegangan di antara mereka.Meisya melepaskan cengkeramannya di lengan berotot Dani, lalu melangkah pelan mengambil ponsel pintar mewahnya. Di layar kaca tertera nama "Harry".Meisya mendengus sinis, menyunggingkan senyum dingin sebelum menggeser tombol hijau dan menempelkan ponsel itu ke telinganya."Ya, Mas? Ada apa?" tanya Meisya dengan nada suara datar dan terkesan terpaksa.Dari seberang telepon, suara Harry terdengar kencang dan berat, sedikit berdengung di dalam heningnya ruang makan. "Kamu lagi ngapain, Meisya? Suaranya sepi banget.""Aku lagi makan malam, Mas. Baru aja duduk di meja makan," sahut Meisya singkat, bahkan ucapannya tadi tidak ada kehangatan sedikit pun dalam vokalnya.Harry menghela napas kasar dari balik telepon, suaranya mendadak berubah menjadi nada interogasi yang ketat."Kenapa jawaban kamu datar begitu? Kamu ini belakangan ini makin aneh ya, Meisya. Dulu kamu itu istri y
Dernière mise à jour : 2026-08-20 Read More