Napas Meisya masih tersengal-sengal parau di atas meja kerja, tubuh mulusnya bergetar halus setelah diterjang Isapan beringas mulut Dani.Namun, Dani tidak memberi waktu sedikit pun bagi sang nyonya rumah untuk bernapas legah.Ego maskulin dan dominasi jantan sang tukang kebun sudah menyala kencang di titik paling panas.Dani menegakkan tubuh tegapnya, meraih pinggang mulus Meisya dengan kedua tangan kasarnya yang kokoh, lalu menarik wanita itu turun dari atas meja jati yang berserakan dokumen."Dan—Dani... mau ngapain lagi...?" bisik Meisya terengah-engah, matanya sayu dipenuhi kepasrahan total."Duduk di sini, Nyonya Meisya," geram Dani rendah, vokalnya sarat intimidasi mutlak saat ia mendorong tubuh polos Meisya untuk duduk menghadap ke arahnya di atas pangkuannya, tepat di atas kursi kulit kebesaran milik Pak Harry.Dani melorotkan celana pendeknya hingga ke batas lutut. Batang kejantanannya yang tebal, raksasa, dan membara kaku meletup bebas ke udara dingin ruangan ber-AC itu.Se
آخر تحديث : 2026-09-01 اقرأ المزيد