"Nyonya, mending udahan dulu, nanti Pak Harry ke sini," bisik Dani dengan vokal amat rendah, peluh dingin mengucur deras di pelipisnya akibat rasa takut yang memuncak.Meisya menghela napas panjang, mendengus kecewa karena percumbuan mereka harus terputus.Namun melihat wajah panik sang tukang kebun, ia akhirnya mengalah. "Ya sudah, kamu cepat pergi dari sini!" bisik Meisya.Dengan gerakan kilat, Dani menarik celananya naik, membetulkan celana kerja dan pakaian dalamnya, lalu setengah berlari menunduk menyusuri lorong belakang menuju kamarnya.Tepat di saat Dani menghilang di balik kegelapan lorong, langkah kaki Pak Harry mendarat di keramik dapur.Pria itu lantas membelalakkan mata melihat Meisya sedang berdiri santai memegang gelas air minum di depan kulkas yang terbuka."Lho, Meisya? Katanya mau mandi, kenapa malah ada di dapur?" tanya Pak Harry dengan nada bingung bercampur curiga.Meisya melirik dingin dari sudut matanya, meneguk air perlahan sebelum menjawab dengan santai. "Aku
최신 업데이트 : 2026-08-25 더 보기