Share

Bab 82: Kepergok

last update publish date: 2026-08-29 04:18:12

Dani lantas memegang pinggang mulus Venny, dan menuntun langkah wanita sosialita yang setengah mabuk itu menyusuri koridor remang menuju kamar belakang.

Begitu pintu kayu kamar tertutup rapat, keheningan pengap langsung menyelimuti mereka.

Dani mengunci pintu dari dalam, menyisakan pendar lampu tidur temaram yang menyinari ruangan sempit tersebut.

Venny menyandarkan punggung polosnya di dinding kayu, matanya yang redup menatap lurus pada dada bidang Dani yang masih terbungkus kaus ketat.

Napas
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tukang Kebun Idaman Nyonya Muda   Bab 237: Keputusasaan Oswin Tan

    Sementara di markas, Oswin Tan terduduk kaku di atas kursi kulit impor di balik meja kerja mahoninya.Pria tua yang selama puluhan tahun dikenal sebagai penguasa bayangan dunia korporasi hitam itu kini tampak bagaikan mayat hidup.Punggungnya yang biasa tegap kini membungkuk dalam, dan tangan tuanya bergetar hebat saat memegang sebuah telepon genggam satelit di atas meja.Layar ponsel tersebut menyala terang, memunculkan notifikasi merah berturut-turut dari sistem perbankan swasta nasional dan internasional.REKENING DIBEKUKAN PERMANEN.STATUS KARTU KREDIT: DITOLAK.TRANSFER DANA GAGAL: OTORITAS JASA KEUANGAN & INTERPOL."Tidak mungkin... ini tidak mungkin terjadi..." gumam Oswin dengan suara serak bergetar, matanya melotot lebar menatap deretan angka nol pada saldo akun-akun utamanya yang tadinya bernilai ratusan miliar rupiah."Semua rekeningku... semua aset cairku... dibekukan dalam waktu bersamaan?!"Oswin mencobai menekan nomor sambungan lain ke direktur bank pribadinya, namun yang

  • Tukang Kebun Idaman Nyonya Muda   Bab 236: Peretasan Rekening Kartel

    Dani melangkah masuk ke dalam ruangan dengan langkah mantap. Kemeja hitamnya sedikit berdebu usai perjalanan panjang dari rutan Polda Metro Jaya.Di tangan kanannya, ia memegang selembar kertas lusuh berisi deretan angka kombinasi sandi digital dan alamat IP tersembunyi yang ia dapatkan langsung dari mulut Harry.Vanya duduk tegak di kursi ergonomisnya. Wanita berparas cantik dingin itu mengenakan blus abu-abu gelap, dengan rambut hitam sebahu yang diikat ekor kuda rapi.Manik matanya menatap tajam ke arah layar monitor utama yang menampilkan diagram alur server perbankan internasional."Kau kembali tepat waktu, Dani," sambut Vanya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar. Suaranya terdengar serak-serak basah, memancarkan konsentrasi tingkat tinggi."Aku baru saja memetakan jalur firewall lapis keempat dari bank tax haven di Kepulauan Cayman. Sistem mereka menggunakan enkripsi kuantum generasi baru."Dani mendekat, meletakkan selembar kertas sandi itu tepat di hadapan Vanya. "Harry t

  • Tukang Kebun Idaman Nyonya Muda   Bab 235: Intimidasi Dingin Dani

    Siang harinya, Dani melangkah mantap di bawah pengawalan seorang petugas jaga.Kemeja hitam taktis yang membalut tubuh atletisnya tampak kontras dengan dinding sel yang kusam.Manik mata elangnya menatap lurus ke depan, memancarkan aura dominasi mutlak yang membuat setiap narapidana di sel-sel sekitarnya memilih menunduk dan menghindar dari jangkauan pandangannya."Ini sel tahanan khusus nomor empat belas, Tuan Dani," bisik petugas jaga sambil membuka gembok baja dengan kunci besar."Tahanan atas nama Harry Wijaya ada di dalam. Sesuai izin, waktu Anda sepuluh menit.""Buka pintunya," perintah Dani singkat. Vokal beratnya bergeming rendah, sarat akan otoritas yang tidak terbantahkan.Klinciiiing...Pintu besi berjeruji itu ditarik terbuka. Dani melangkah masuk ke dalam ruang sel berukuran tiga kali tiga meter yang remang-remang.Di sudut ruangan, Harry Wijaya meringkuk di atas kasur busa tipis yang kotor. Pria itu mengenakan pakaian tahanan oranye yang tampak kusut.Saat mendengar suar

  • Tukang Kebun Idaman Nyonya Muda   Bab 234: Pembongkaran Audit Ilegal

    Sinar matahari pagi merayap naik, memantul di atas gedung-gedung pencakar langit kawasan pusat bisnis Jakarta.Suasana di lantai eksekutif Wijaya Tower tampak sibuk seperti biasa, namun atmosfer ketegangan masih menyelimuti para staf setelah insiden teror di jalan tol dan guncangan bursa saham kemarin.Pukul sembilan lewat sepuluh menit, lift utama di lantai dasar berdenting terbuka.Empat orang pria berjas rapi membawa koper kulit hitam melangkah keluar dengan langkah tegas, dipimpin oleh seorang pria paruh baya berkacamata tebal bernama Hartono yang mengaku sebagai utusan khusus dari Direktorat Jenderal Pajak."Selamat pagi. Kami dari tim gabungan audit khusus pajak negara," ucap Hartono dengan suara lantang yang sengaja dikeraskan, menarik perhatian seluruh staf administrasi di lobi eksekutif."Kami membawa surat perintah resmi untuk penghentian sementara seluruh kegiatan operasional dan pembekuan rekening korporasi Wijaya Group atas dugaan penunggakan pajak ratusan miliar rupiah!"

  • Tukang Kebun Idaman Nyonya Muda   Bab 233: Counter-Strike Taktis di Markas Logistik Pelabuhan

    Jarum jam sudah menunjuk pukul sebelas malam.Udara pelabuhan Tanjung Priok terasa pekat oleh aroma asin air laut, kabut tipis, dan debu arang batubara yang beterbangan di bawah pendar lampu sorot kuning dermaga.Di dalam kabin SUV hitam yang terparkir di sudut gelap luar pagar perimeter, Dani duduk tanpa menyalakan mesin.Matanya yang tajam memindai setiap sudut gudang logistik nomor empat puluh dua, pangkalan logistik ilegal milik jaringan Oswin Tan yang menjadi tempat bersembunyinya sisa-sisa anak buah yang mencoba menyerang mereka di jalan tol sore tadi.Tidak ada laporan polisi, tidak ada koordinasi formal, dan tidak ada letupan senjata api.Dani tahu betul bahwa memanggil aparat hanya akan memicu sorotan media yang berisiko mengganggu stabilitas harga saham Meisya di bursa esok hari.Masalah ini harus diselesaikan dengan cara paling sunyi dan paling mematikan.Dani membuka pintu mobil tanpa suara.Ia memeriksa kelengkapan peranti tempurnya: pisau taktis karambit bermata hitam di

  • Tukang Kebun Idaman Nyonya Muda   BAB 232: Upaya Pembunuhan di Jalan Tol

    Sinar matahari sore memantul terik di atas hamparan aspal Jalan Tol Dalam Kota Jakarta. Laju arus lalu lintas kendaraan roda empat tampak padat merayap di lajur tengah.Di antara deretan kendaraan komersial dan mobil pribadi, dua unit sedan mewah berwarna hitam melaju beriringan dalam pengawalan ketat.Di dalam kabin sedan pertama, Meisya duduk dengan napas lega di kursi belakang, didampingi oleh Pak Laksana yang sedang merapikan berkas-berkas pengadilan ke dalam tas kerjanya.Keberhasilan persidangan siang tadi meninggalkan atmosfer kemenangan yang nyata di udara.Namun, ketenangan itu tidak meresap ke dalam pikiran Dani.Sebagai kepala pengawal yang memegang kendali penuh atas keamanan Meisya, Dani yang berada di kursi pengemudi tetap siaga.Manik mata elangnya terus memindai tajam pergerakan spion tengah dan spion samping secara berkala.Insting taktisnya mendeteksi ada sesuatu yang ganjil dari deretan mobil di lajur belakang, dua unit SUV hitam berbadan besar dengan kaca film gela

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status