Dia mendorong Kresna yang sedang menangis, lalu berlari terhuyung-huyung masuk ke ruang kerja.Dia mengobrak-abrik seluruh ruangan bagai orang gila.Rak buku dijatuhkan, buku-buku berserakan di lantai. Laci-laci ditarik paksa, isi di dalamnya jatuh berantakan.Akhirnya, di dasar sebuah kotak kayu cendana yang tertutup debu, dia menemukan sebuah gulungan gambar.Kertasnya sudah menguning, tepiannya sedikit melengkung.Dengan tangan gemetar, dia membentangkan gulungan itu perlahan.Di dalam lukisan itu, terdapat gedung-gedung tinggi yang tampak asing, berbentuk persegi, berdiri rapat memenuhi cakrawala, dan menjulang menembus awan. Di jalanan, terlihat "kotak-kotak" beraneka bentuk yang melaju tanpa ditarik oleh kuda. Orang-orang mengenakan baju dan celana pendek, berjalan dengan tergesa-gesa. Di langit, seekor "burung besi" raksasa terbang melintas.Di salah satu sudut lukisan, tertulis dengan huruf yang masih kaku: [Rumahku].Ini adalah lukisan yang dibuat Laras saat baru belajar mengg
Read more