Short
Dua Dunia, Satu Hati yang Hancur

Dua Dunia, Satu Hati yang Hancur

Von:  SethAbgeschlossen
Sprache: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
24Kapitel
0Aufrufe
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen

Teilen:  

Melden
Übersicht
Katalog
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN

Zusammenfassung

Cinta Toxic

Plot Twist

Pilih Kasih/Egois

Munafik

Mandiri

null

Pernikahan

Mengejar Istri

Memasuki tahun ketujuh pernikahannya dengan Bayu Adiatma, Laras Diwanto akhirnya menjelma menjadi Nyonya Utama paling bijak dan penurut di seantero ibu kota. Dia tak lagi menuntut kesetiaan seumur hidup, malah dengan sukarela mencarikan selir untuk Bayu. Dia tak lagi memonopoli urusan dalam Kediaman Pangeran, bahkan menyerahkan sebagian besar wewenang rumah tangga kepada para selir. Dia pun tak lagi selalu menempel di sisi Bayu. Sebaliknya, dia berulang kali mencari alasan untuk mendorong sang suami ke kamar para selir. Bahkan saat putra kandungnya, Kresna Adiatma, terkena demam tinggi dan meracau memanggil 'Ibunda' semalaman di atas ranjang, Laras hanya duduk tenang di kamarnya, asyik membalik halaman buku cerita, tanpa sekali pun mendongak. Bayu tak bisa lagi menahan diri. Dia mendorong kasar pintu kamar istrinya. "Laras, sampai kapan kamu akan terus membuat ulah?" Laras perlahan mendongak, raut wajahnya tampak polos dan bingung. "Membuat ulah? Apa maksud Pangeran? Aku sama sekali tidak sedang membuat ulah."

Mehr anzeigen

Kapitel 1

Bab 1

Raut wajah Laras Diwanto yang tampak tidak bersalah dan berjarak itu, benar-benar memantik amarah Bayu Adiatma yang telah menumpuk berhari-hari.

"Belakangan ini, kamu melarangku masuk ke kamarmu, malah setiap hari menyuruhku menginap di tempat Niken! Sekarang, Kresna sakit parah, demamnya tidak kunjung turun dan terus-menerus memanggil ibunya. Kamu sebagai ibunya bukannya merawat, malah malah santai membaca buku cerita di sini?" Dada Bayu naik turun, tatapannya tajam bagai pisau. "Laras, kamu sebenarnya sengaja menyiksa dirimu sendiri, atau menyiksa aku dan Kresna?"

Mendengar tuduhan itu, Laras langsung memasang wajah seolah-olah dialah yang paling dizalimi. "Pangeran, aku menyuruhmu menginap di Kediaman Niken karena kamu sendiri yang pernah bilang kalau dia piawai di atas ranjang dan bisa melayanimu dengan memuaskan. Aku tidak merawat Kresna karena dia sendiri yang bilang jangan mengganggunya kalau tidak ada keperluan. Baginya, ditemani Selir Niken saja sudah cukup. Aku cuma melakukannya sesuai keinginanmu dan Kresna."

Bayu seolah baru saja ditinju tepat di wajah. Segala amarah yang meluap di dadanya seketika membeku, berganti menjadi tatapan kosong yang menyimpan rasa malu.

Dia membuka mulutnya, ingin membantah, tetapi menyadari bahwa tidak satu kata pun bisa keluar dari tenggorokannya.

Setelah terdiam cukup lama, dia akhirnya mengangkat tangan dan memijat pelipisnya. Nadanya melunak, tersirat kelelahan dan kepasrahan. "Aku salah. Aku mengaku salah, tidakkah itu cukup? Ya, aku mengingkari sumpahku untuk setia hanya padamu seumur hidup. Tapi, Niken itu ... Dia sudah menyerahkan kesuciannya padaku dan hidup sebatang kara. Aku tidak mungkin meninggalkannya begitu saja. Kresna itu masih kecil. Dia bilang dia menyukai Niken, itu hanya karena kamu terlalu ketat soal pelajarannya, jadi dia sedang ngambek. Sekarang dia sakit dan terus-menerus memanggilmu, itu membuktikan kalau kamu tetap yang paling penting di hatinya. Nanti akan kuajari dia dengan baik agar tidak bersikap begitu padamu lagi. Mulai sekarang ... kita berempat akan menjalani hidup bersama dengan baik. Sekarang, tolong temui dia sebentar, ya?"

Dia mengulurkan tangan ke arah istrinya. Tangan itu ramping dan kokoh, tangan yang pernah berkali-kali menggenggamnya, memeluknya, serta mengukir begitu banyak janji dan kehangatan.

Namun, Laras tetap menggeleng, nadanya terdengar acuh tidak acuh. "Terlalu jauh, aku benar-benar tidak ingin ke sana."

Bayu tertegun, seolah tidak percaya dengan pendengarannya. "Apa?"

"Dari sini ke Kediaman Kresna terlalu jauh. Aku malas berjalan. Lagi pula, buku cerita ini sedang seru-serunya. Aku belum selesai membaca."

Rona di wajah Bayu memudar perlahan. Dia menatap Laras dengan tidak percaya, seolah baru pertama kali ini benar-benar mengenal perempuan di hadapannya.

"Laras ...." Suaranya bergetar. "Cuma belasan langkah ... kamu bahkan tidak sudi berjalan beberapa langkah saja demi Kresna?"

Laras tidak menjawab. Dia hanya menunduk, mengambil kembali buku ceritanya.

Penolakan tanpa kata ini jauh lebih menusuk harga diri dan memantik amarah Bayu daripada bentakan keras apa pun!

Tiba-tiba dia mengulurkan tangan, mencengkeram pergelangan tangan Laras dengan begitu kuat hingga membuat wanita itu sedikit mengerutkan kening.

"Aku akan menggendongmu! Aku akan menggendongmu ke sana! Bagaimana?"

Namun, begitu ujung jarinya menyentuh kulit Laras, perempuan itu seolah tersengat api. Dia segera menarik tangannya, menarik tubuhnya menjauh untuk menghindari sentuhan Bayu.

Tangan Bayu terpaku di udara. Dia menatap istrinya dengan tatapan tidak percaya.

"Sekarang ... kamu bahkan tidak mau aku sentuh?"

Laras menundukkan pandangannya, merapikan lengan bajunya yang sedikit kusut. Suaranya datar, tanpa tersirat emosi apa pun. "Mana mungkin. Pangeran terlalu banyak berpikir. Hamba hanya ... benar-benar tidak ingin pergi."

Melihat Laras yang bersikap keras kepala dan tidak mau mengalah, api amarah yang telah lama dipendam di dada Bayu akhirnya tidak terbendung dan meledak dahsyat!

"Laras! Kamu benar-benar mau bersikap seperti ini, ya?"

"Bagus! Bagus sekali! Tapi, jangan lupa, tanpa kasih sayangku, kamu bukan siapa-siapa di kediamanku ini! Aku benar-benar ingin tahu apa yang sebenarnya kamu inginkan! Berapa lama lagi kamu bisa terus merajuk padaku! Aku tunggu sampai kamu datang memohon padaku!"

Dia mengibaskan lengan bajunya dan berbalik pergi dengan amarah yang meluap-luap. Dia membanting pintu hingga bergemuruh keras, getarannya seolah membuat debu di langit-langit kamar berjatuhan.

Laras tetap duduk tenang di tempatnya, seolah suara bantingan pintu itu sama sekali tidak menyentuh perasaannya. Selang beberapa saat, dia baru memanggil, "Ajeng."

Ajeng, yang sedari tadi menunggu di ruang luar dan gemetar ketakutan, segera masuk dengan tergopoh-gopoh. "Nyonya, hamba di sini! Apa Nyonya ingin hamba memanggil kembali Pangeran? Hamba akan pergi sekarang juga!"

"Tidak. Tutup pintunya. Tempat Kresna berisik sekali sejak tadi, mengganggu konsentrasiku membaca buku."

Ajeng menatapnya dengan mulut ternganga, seolah baru pertama kali ini mengenal majikannya.

Setelah terdiam cukup lama, Ajeng tiba-tiba jatuh berlutut sampai terdengar suara gedebuk, lalu berkata dengan suara tercekat.

"Nyonya! Nyonya ... Nyonya benar-benar akan bersikap seperti ini? Mengabaikan Pangeran dan Putra Pangeran ... Apa Nyonya tidak takut jika hari-hari Nyonya di istana ini akan penuh penderitaan? Nyonya ... Nyonya sungguh tidak menyesal?"

Menyesal?

Laras tersenyum tipis, meski senyum itu tidak sedikit pun mencapai matanya.

Hal yang paling dia sesali adalah menikahi Bayu tujuh tahun lalu dan melahirkan Kresna untuknya.

Untungnya, tinggal lima hari lagi.

Lima hari lagi, dia akan pergi.

Semua ini pun akhirnya akan kembali ke jalur semestinya.

Erweitern
Nächstes Kapitel
Herunterladen

Aktuellstes Kapitel

Weitere Kapitel

An die Leser

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Keine Kommentare
24 Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status