Ketegangan di antara Rahayu dan kelompok Windi begitu terasa. Melihat suasana yang semakin canggung, Arman hanya bisa menghela napas pelan. Dia hendak buka suara,, tetapi Rini lebih dulu angkat bicara. "Adik, tempat ini sangat luas. Kita juga membutuhkan orang untuk membantu merawatnya, terlebih sekarang kita sudah mulai menanam berbagai benih. Mas Arman mengajak mereka mungkin karena tidak ingin kita terlalu kelelahan, benar begitu, Mas?" Arman menoleh kepada Rini dengan kening berkerut. Namun, saat melihat Rini diam-diam mengedipkan mata kepadanya, dia segera memahami maksud wanita itu. "Ah... b-benar," jawab Arman cepat. Dia kemudian berdeham sebelum melanjutkan, "Aku juga berencana menjadikan halaman belakang sebagai ladang. Kalau hanya kita yang mengurus semuanya, tentu akan cukup merepotkan." Rahayu menatap Arman lekat-lekat. "Benarkah?" "Tentu saja. Sudahlah, mereka juga bukan orang jahat. Bukankah memiliki lebih banyak orang di tempat ini justru akan membuat pekerja
Last Updated : 2026-08-20 Read more