Jam menunjukkan pukul tujuh malam ketika Noval dan Chandani tiba di Sun International Hospital.Lampu-lampu putih di sepanjang lorong rumah sakit menyala terang, membuat suasana malam di dalam gedung itu terasa jauh berbeda dengan udara di luar. Beberapa orang masih berlalu-lalang. Sebagian membawa map berisi hasil pemeriksaan, sebagian lainnya duduk diam menunggu panggilan dari perawat.Di depan poli penyakit dalam, kursi-kursi sudah hampir penuh. Puluhan pasien dan keluarga mereka memenuhi area tunggu.Chandani duduk di samping Noval sambil memegang kartu berobatnya. Sesekali matanya memperhatikan layar nomor antrian yang tergantung di dinding.Untungnya, ia mendapatkan nomor antrian pertama.Tangan Noval kemudian menyodorkan sebotol air mineral kepada Chandani. "Minum dulu, sayang.”Chandani menerimanya. “ Terima kasih, mas.”“Sama-sama, cantikku, sayangku.” ucapnya sambil mencubit pelan pipi Chandani. Beberapa orang sepertinya mendengar ucapannya. Dan akhirnya, beberapa pasang ma
Last Updated : 2026-09-14 Read more