Sore itu, langit di luar jendela rumah sakit mulai berubah warna. Cahaya matahari yang semula menyilaukan perlahan meredup, meninggalkan semburat jingga yang menempel di kaca-kaca gedung. Lorong rumah sakit masih dipenuhi suara langkah kaki, roda ranjang yang didorong terburu-buru, serta suara samar para perawat yang berlalu-lalang. Namun, bagi Noval, semua suara itu seperti berada jauh sekali. Ia duduk di kursi di samping ranjang Chandani. Sejak beberapa jam terakhir, laki-laki itu hampir tidak beranjak dari sana.Ponselnya tergeletak di atas meja kecil. Sesekali ia melihat layar, memastikan tidak ada panggilan penting dari rumah.Satu pesan dari mamanya masih terpampang di sana.Mama : [ Nadel biar sama Mama dulu. Kamu jangan khawatir. Kalau memang harus menginap di rumah sakit, nggak papa. Temani Chandani dulu.]Noval : [Terima kasih, ma.]Noval menghela napas pelan. Sebelumnya, ia sudah menelpon mamanya dan meminta bantuan untuk menjaga Nadel. Ia tidak tahu malam ini akan berakhi
Last Updated : 2026-09-27 Read more