Aku memegangi kepalaku yang terasa pusing. Kenapa sekarang justru Javier yang cemburu buta begini?Padahal aku sama sekali sudah tidak pernah berhubungan dengan Dokter Dani.Bahkan, coba saja cari nomor ponselnya di ponselku, aku sudah tidak punya.Yah, meskipun yang menghapus nomor itu sebenarnya adalah Javier sendiri. Karena katanya, aku tidak perlu menyimpan nomor laki-laki lain selain dirinya.“Kenapa kamu yang sekarang cemburu, sih? Aku bahkan tidak pernah berkontak dengan dia, loh,” ucapku membela diri.Javier menghembuskan napas panjang. Ia lalu memeluk tubuhku erat, seakan menyadari kalau emosi dan tuduhannya tadi sudah sangat berlebihan.“Di rumah saja, ya? Aku tidak akan lama di Kota S, mungkin besok aku sudah kembali. Aku jauh lebih tenang kalau kamu berada di rumah, Sayang,” bisiknya lembut.Aku terdiam sejenak, lalu mengangguk pelan. “Kalau begitu, setelah pulang kamu mau mengajakku jalan-jalan?”“Jal
Last Updated : 2026-09-02 Read more