Aku menatap Maya, memperhatikan seragamnya yang berantakan, keringat yang masih membasahi pelipisnya, tapi aku tidak bertanya apa-apa. Hatiku masih terlalu kacau, dipenuhi sisa emosi dari apa yang baru saja terjadi di kamar Farel, untuk memikirkan hal lain dengan jernih. "Nggak ada apa-apa," jawab Farel cepat, terlalu cepat, melangkah mendekati Maya dengan nada yang dibuat santai. "Alia cuma kecapekan aja. Ya, kan, Maya?" Maya melirikku sekilas, lalu mengangguk kecil. "Iya, Mbak. Mungkin butuh istirahat." Ada sesuatu di antara mereka berdua, sebuah kesepakatan tak terucap yang lewat begitu saja lewat tatapan singkat, yang membuatku semakin bingung meski aku tidak sepenuhnya sadar kenapa. "Bukannya Revan masih di ruang kerjanya?" tanyaku, mencoba mencari sesuatu yang masuk akal dari semua kejanggalan ini. "Iya, Mbak," jawab Maya, suaranya tenang. "Tuan Revan masih di sana." "Iya, tadi aku papasan sama dia di tangga," sambung Farel cepat, mengangguk-angguk, meski nadanya sedik
Terakhir Diperbarui : 2026-08-06 Baca selengkapnya