Mobil berhenti di ujung jalan yang sama, tempat aku dijemput tadi. Aku turun pelan, merapikan gaun pinjaman yang sudah agak kusut."Makasih ya, buat makan malamnya," kataku, mencoba tersenyum, meski pikiran berkecamuk.Revan menatapku dari balik kaca mobil yang terbuka setengah, tidak terlihat kecewa atau memaksa meski aku baru saja menolaknya di restoran tadi. "Nggak apa-apa. Kamu pikirin lagi aja, Alia. Aku nggak akan maksa."Aku mengangguk pelan, lega karena dia tidak marah."Tapi kalau kamu tetap mau nolak," lanjutnya, suaranya tetap tenang, "paling nggak hubungi aku ya. Jangan didiemin kayak semalam.""Iya," bisikku. "Aku janji kali ini.""Kabarin aku kalau udah siap," katanya, lalu tersenyum tipis sebelum kaca mobil kembali naik. Mobil hitam itu melaju menjauh, meninggalkanku sendirian di bawah lampu jalan yang berkedip-kedip.Aku berdiri sebentar, menatap kepergian mobilnya, dadaku masih penuh dengan pertanyaan yang belum terjawab. "Dikenalkan ke keluarga. Bantuan besar. Semua
Last Updated : 2026-07-11 Read more