Keheningan yang dingin langsung membeku di udara. Kalimat sengit itu meluncur begitu tenang dari bibir Ibu Satria, namun sarat akan racun intimidasi yang mampu meruntuhkan kepercayaan diri wanita mana pun.Genggaman tangan Satria di jemari Selena mendadak mengerat. Rahang tegap Tuan Muda Ketiga itu mengeras, siap melontarkan teguran tegas membela istrinya. Namun, sebelum Satria sempat membuka suara, Selena memegang pelan lengan suaminya, memberi isyarat tak kasat mata agar Satria membiarkannya menangani situasi ini.Selena menghela napas halus, sangat tenang, tanpa ada raut panik, marah, apalagi minder di wajah cantiknya. Ia melangkah satu titik ke depan, membungkukkan punggungnya sebagai sapaan hormat, lalu tersenyum anggun menatap lurus ke dalam iris mata tajam milik Ibu Satria."Selamat pagi, Nyonya Young," panggil Selena dengan suara jernih, merdu, dan teratur. "Memang benar. Saya adalah putri dari keluarga Pramoedya yang dulu sengaja disingkirkan dan dibuang karena tidak mau tund
Terakhir Diperbarui : 2026-08-06 Baca selengkapnya