Share

Bab 20 Denting

Author: RatuKuyang
last update publish date: 2026-08-06 09:03:11

Keheningan yang dingin langsung membeku di udara. Kalimat sengit itu meluncur begitu tenang dari bibir Ibu Satria, namun sarat akan racun intimidasi yang mampu meruntuhkan kepercayaan diri wanita mana pun.

Genggaman tangan Satria di jemari Selena mendadak mengerat. Rahang tegap Tuan Muda Ketiga itu mengeras, siap melontarkan teguran tegas membela istrinya. Namun, sebelum Satria sempat membuka suara, Selena memegang pelan lengan suaminya, memberi isyarat tak kasat mata agar Satria membiarkannya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 85

    Malam itu, sebuah mobil hitam melaju menuju kawasan permukiman karyawan. Hujan turun cukup deras. Jalanan yang sempit dan gelap membuat perjalanan mereka berlangsung lebih lambat dari perkiraan. Ketika akhirnya tiba di depan rumah Maya, Selena langsung turun. Rumah sederhana itu tampak gelap. Tidak ada lampu yang menyala. Pintu depannya sedikit terbuka. Selena menatap Satria. "Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres." Satria berdiri di sampingnya. "Jangan masuk sendirian." Keduanya melangkah mendekati pintu. "Permisi, Maya?" Tidak ada jawaban. Selena mendorong pintu perlahan. "Maya?" Ruang tamu tampak berantakan. Beberapa barang berserakan di lantai, sementara sebuah kursi terbalik di dekat meja. Selena segera masuk. "Maya!" Satria mengikuti dari belakang sambil memperhatikan keadaan sekitar. Di atas meja terdapat sebuah amplop cokelat yang terbuka. Selena segera menghampirinya. Di dalamnya terdapat beberapa lembar dokumen dan sebuah foto lama. Ia mengambil foto tersebut. F

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 84

    Sementara itu, di dalam kantor PT Arunika Sejahtera, Hendrawan berjalan mondar-mandir di ruangannya. Wajahnya terlihat sangat tegang. Di hadapannya, Damar duduk sambil memainkan ponsel. "Bagaimana bisa Satria Young berada di sini?" Hendrawan bertanya dengan nada kesal. Damar mengangkat bahu. "Memangnya kenapa?" "Jangan pura-pura tidak mengerti! Dia bukan orang sembarangan. Kalau dia mulai memeriksa perusahaan ini, kita bisa berada dalam masalah besar." Damar meletakkan ponselnya. "Tenanglah. Dia datang untuk mengurus proyek kawasan industri, bukan untuk memeriksa perusahaan kita." "Bagaimana kalau dia menemukan sesuatu?" "Selama dokumen yang kita siapkan terlihat benar, dia tidak akan bisa melakukan apa-apa." Hendrawan menggeleng. "Kau tidak mengenal Satria Young. Dia sangat teliti dalam urusan bisnis." Damar tertawa kecil. "Kalau begitu, kita harus memastikan dia tidak memiliki waktu untuk memeriksa urusan kita." Hendrawan menatapnya. "Apa maksudmu?" Damar berdiri, lalu ber

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 83

    Selena masih menatap Satria dengan ekspresi tidak percaya. Pria itu berdiri di sampingnya dengan wajah tenang, seolah-olah kedatangannya di Pulau Arunika merupakan sesuatu yang sangat wajar. Padahal, sejak meninggalkan Maladewa, Selena sama sekali tidak mengetahui bahwa suaminya juga memiliki urusan di tempat yang sama. Lebih mengejutkan lagi, Satria baru saja memanggilnya dengan sebutan Sayang di hadapan orang-orang yang selama ini tidak mengetahui identitas aslinya. "Sayang, kau baik-baik saja?" ulang Satria. Selena menyipitkan mata. "Aku baik-baik saja." "Syukurlah." Satria tersenyum tipis, kemudian mengalihkan pandangan kepada Hendrawan. Sementara itu, pria tersebut masih berdiri kaku. Wajahnya tampak kehilangan warna begitu menyadari siapa sosok yang berada di hadapannya. "Tuan Satria Young?" ucapnya dengan suara tertahan. Satria mengangguk singkat. "Senang akhirnya kita bisa bertemu secara langsung." Hendrawan segera mengubah ekspresinya. Ia mencoba tersenyum, meskipun j

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 82

    Di tempat lain, Satria baru saja tiba di gudang lama PT Arunika Sejahtera. Ia turun dari mobil bersama Kevin dan dua anggota timnya. Bangunan itu terletak agak jauh dari gedung utama. Dindingnya kusam, beberapa bagian atapnya berkarat, dan pintu besinya tampak sudah lama tidak diperbaiki. Namun, ada sesuatu yang menarik perhatian Satria. Di depan gudang terdapat sebuah truk besar dengan bak tertutup terpal. "Apakah kendaraan itu yang dilaporkan semalam?" tanyanya. Kevin mengangguk. "Benar, Tuan." Satria memperhatikan nomor kendaraan yang tertera pada bagian belakang truk. "Periksa nomor polisinya." Kevin segera menghubungi timnya. Sementara itu, seorang pria keluar dari dalam gudang. Begitu melihat kedatangan Satria, ia tampak terkejut. "Maaf, Anda siapa?" "Saya dari pihak pengelola proyek kawasan industri. Ada beberapa hal yang perlu kami klarifikasi terkait pengiriman bahan baku." Pria itu terlihat gelisah. "Ini bukan tempat yang bisa dimasuki sembarang orang."

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 81

    Keesokan paginya, Selena kembali mendatangi kantor PT Arunika Sejahtera. Kali ini, ia datang lebih awal dengan pakaian yang lebih sederhana. Ia mengenakan kemeja krem, celana bahan hitam, dan sepatu datar. Setelah tiba, ia langsung menuju bagian administrasi. "Selamat pagi. Saya ingin bertemu dengan Maya." Petugas yang duduk di meja administrasi mengangkat wajah. "Maya yang mana?" "Staf bagian arsip." "Oh, Mbak Maya. Sebentar." Petugas itu mengangkat telepon internal dan berbicara singkat dengan seseorang. Beberapa menit kemudian, seorang perempuan berusia sekitar tiga puluh tahun muncul dari koridor belakang. Rambutnya diikat sederhana. Ia mengenakan kemeja putih dengan kartu identitas yang tergantung di lehernya. "Siapa yang mencari saya?" Selena berdiri. "Saya Selena. Saya ingin berbicara sebentar dengan Anda." Maya mengamati Selena dari ujung kepala hingga kaki. "Apakah kita pernah bertemu?" "Sepertinya belum. Saya sedang mencari pekerjaan di sini." Maya tampak ragu. "K

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 80

    Selena masih menatap dokumen yang tergeletak di atas meja kamar penginapannya. Sejak kembali dari kantor PT Arunika Sejahtera, pikirannya tidak pernah benar-benar tenang. Ada terlalu banyak hal yang harus dipertimbangkan, terutama mengenai tanda tangan yang tertera pada halaman terakhir dokumen tersebut.Leonard Wijaya. Direktur keuangan Young Group.Pria itu bukan orang sembarangan. Ia telah bekerja bersama keluarga Pramoedya selama hampir dua puluh tahun dan dikenal sebagai salah satu orang yang paling dipercaya oleh mendiang ayahnya. Jika tanda tangan itu asli, berarti seseorang yang memiliki akses terhadap keuangan perusahaan induk mungkin ikut terlibat dalam kehancuran PT Arunika Sejahtera. Namun, bagaimana mungkin?Selena mengambil ponselnya, membuka kontak Rina, lalu mengetik pesan.[Rina, aku ingin kau memeriksa semua transaksi yang berkaitan dengan Leonard Wijaya selama enam bulan terakhir. Jangan menghubunginya secara langsung. Lakukan pemeriksaan melalui jalur internal dan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status