共有

Bab 20 Denting

作者: RatuKuyang
last update 公開日: 2026-08-06 09:03:11

Keheningan yang dingin langsung membeku di udara. Kalimat sengit itu meluncur begitu tenang dari bibir Ibu Satria, namun sarat akan racun intimidasi yang mampu meruntuhkan kepercayaan diri wanita mana pun.

Genggaman tangan Satria di jemari Selena mendadak mengerat. Rahang tegap Tuan Muda Ketiga itu mengeras, siap melontarkan teguran tegas membela istrinya. Namun, sebelum Satria sempat membuka suara, Selena memegang pelan lengan suaminya, memberi isyarat tak kasat mata agar Satria membiarkannya
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 24 Akting

    "Bisakah kau bersikap biasa saja? Ini terlalu berlebihan," bisik Selena pelan ditelinga Satria. "Ini adalah satu-satunya cara untuk mengusir pelakor diantara kita." Satria balas berbisik sok sweet, diskusi mereka malah terlihat makin romantis sehingga sukses membuat Nadia cemburu berat. "Bukankah bagus kalau ada dia diantara kita, dengan begitu, aku punya alasan untuk minta cerai darimu." "Kita baru saja menikah. Mana bisa bercerai secepat itu." "Sepertinya keluargamu sangat menyukai mantanmu. Aku malas jika harus bersaing untuk kepalsuan hubungan kita." Selena masih keukeuh agar Satria mau menerima Nadia meski statusnya jadi selingkuhan. Namun Satria tidak setuju. Baginya Nadia hanyalah masa lalu. "Nyonya Satria yang terhormat, aku sudah membantumu mempermalukan keluargamu. Sekarang giliranmu membantuku. Aku tak ingin ada wanita lain atau siapapun diantara kita berdua. Permainan ini hanya cukup kau dan aku saja. Oke." Ucapan Satria tak bisa dibantah lagi oleh Selena. Ia terp

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 23 Sandiwara

    "Siapa dia?" bisik Selena pada Satria. "Mantanku," jawab Satria sambil menatap wajah Selena dengan mesra. Ia bahkan membelai lembut rambut Selena sambil berkata pelan, "Bantu aku menyingkirkannya dari hadapanku, apa kau bisa?"Selena tidak langsung menjawab, ia menatap wajah mantan suaminya. "Sepertinya tidak mudah. Dia pasti membenciku karena kau menikah denganku. Tapi kau jangan khawatir, aku bisa mengatasinya." Selena tersenyum manis pada suaminya sambil pura-pura merapikan kerah baju Satria. Wanita cantik yang merupakan mantan pacar Satria, melangkah mendekat dengan anggun, dibalut gaun cream berpotongan simpel namun memancarkan keanggunan khas wanita bangsawan terpelajar. Parasnya jelita, bertubuh jangkung, dan memancarkan pesona berkelas dari seseorang yang baru saja menuntaskan studinya di luar negeri.Namun, ekspresi percaya diri wanita itu mendadak surut begitu matanya menyapu jemari Satria yang menggenggam erat tangan Selena. Tanpa dijelaskanpun semua orang paham seperti a

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 22 Sisi Lain Satria

    ​"Ssst," bisik Satria tepat di ceruk leher Selena, menyapukan napas hangatnya yang seketika membuat Selena merinding. "Katanya tadi lelah? Kalau terus mengomel, energimu malah makin habis. Anggap saja aku ini guling ekstra berotot yang bisa menjaga hawa dingin dari tubuhmu." ​"Guling ekstra berotot kepalamu peyang!" Selena mendesis gemas, berusaha mendorong dada bidang Satria yang dibalut kemeja putih. Namun, tenaganya sama sekali tidak sebanding dengan benteng kokoh pria di hadapannya ini. "Kau jangan kelewatan Tuan Satria! Kita bukan suami istri sungguhan. Harap jaga etikamu. Jika kau sedeng berhasrat aku bisa mencarikan wanita terbaik untuk memenuhi hasratmu." ​Satria justru memiringkan kepalanya, menatap bibir Selena yang mengerucut kesal dengan binar jenaka. "Nyonya Satria, apakah tahu kalau seorang suami memeluk istri sendiri itu pahala. Untuk apa repot-repot cari wanita lain kalau kau ada di sini? Apalagi kita baru saja melewati pertempuran sengit melawan 'para robot' di ba

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 21 Kamar

    "Robot berselimut manusia," gumam Selena seraya melemparkan dirinya ke atas kasur empuk berukuran King Size di dalam kamar pribadi Satria. Ia meregangkan otot lehernya yang terasa kaku, menyandarkan kepala pada tumpukan bantal tanpa memedulikan gaun emerald green-nya yang sedikit kusut.Selena menghela napas panjang, seolah baru saja menyelesaikan marathon lima puluh kilometer. "Aku bersumpah, bernapas di antara keluargamu tadi rasanya lebih menyiksa daripada menghadapi amukan Ibu Tiri dan Nami sekaligus. Kakak-kakakmu menatapku seolah ingin menguliti otakku, kakak iparmu membuang muka, dan Ibumu, astaga, Nyonya Sintia itu seperti ratu es yang tidak punya organ jantung!"Satria yang baru saja menutup pintu kamar rapat-rapt terkekeh rendah. Ia melonggarkan ikatan dasinya, melepas kancing teratas kemejanya, lalu melangkah santai menghampiri kasur. Pria itu menyandarkan pinggulnya di tepi tempat tidur, menatap istri sahnya yang sedang telentang frustrasi dengan binar jenaka."Tapi kau be

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   Bab 20 Denting

    Keheningan yang dingin langsung membeku di udara. Kalimat sengit itu meluncur begitu tenang dari bibir Ibu Satria, namun sarat akan racun intimidasi yang mampu meruntuhkan kepercayaan diri wanita mana pun.Genggaman tangan Satria di jemari Selena mendadak mengerat. Rahang tegap Tuan Muda Ketiga itu mengeras, siap melontarkan teguran tegas membela istrinya. Namun, sebelum Satria sempat membuka suara, Selena memegang pelan lengan suaminya, memberi isyarat tak kasat mata agar Satria membiarkannya menangani situasi ini.Selena menghela napas halus, sangat tenang, tanpa ada raut panik, marah, apalagi minder di wajah cantiknya. Ia melangkah satu titik ke depan, membungkukkan punggungnya sebagai sapaan hormat, lalu tersenyum anggun menatap lurus ke dalam iris mata tajam milik Ibu Satria."Selamat pagi, Nyonya Young," panggil Selena dengan suara jernih, merdu, dan teratur. "Memang benar. Saya adalah putri dari keluarga Pramoedya yang dulu sengaja disingkirkan dan dibuang karena tidak mau tund

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 19 Selena Putri yang Terbuang

    "Satria, berani kau melangkah satu senti saja mendekati pintu ini, kusiram kau pakai air panas!" teriak Selena dari balik pintu kamar mandi, suaranya terngiang nyaring bercampur deru air keran yang mulai menyala.Satria yang baru saja hendak mengambil dua langkah mendekat menghentikan pergerakannya. Tawa renyahnya pecah di tengah kamar suite yang luas itu. Ia menggeleng-gelengkan kepala, membayangkan raut wajah merah padam Selena yang pasti sedang mengepalkan tangan di dalam sana."Galak sekali," sahut Satria setengah berteriak agar terdengar melewati pintu. "Padahal aku cuma mau menawarkan handuk bersih!""Tidak usah! Pergi sana!" balas Selena ketus.Satria terkekeh lagi, memutar tubuhnya dan melangkah santai menuju almari ekstra untuk mengambil pakaian ganti yang sudah disiapkan oleh asisten pribadinya sejak subuh tadi. Ancaman Selena mungkin terdengar main-main bagi orang lain, namun Satria tahu betul wanita itu punya ketegasan yang tak bisa diremehkan. Dan justru sifat pemberani i

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status