共有

BAB 11 Kena Sindir

作者: RatuKuyang
last update 公開日: 2026-07-25 23:52:10

Selena menghentikan langkahnya, merasakan cengkeraman tangan Charlie di lengannya. Rasa mual meluas di dada Selena, namun alih-alih panik, ia menghela napas panjang dan memutar tubuhnya dengan sangat tenang.

Ia melirik tangan Charlie yang menahannya, lalu mengalihkan tatapannya lurus ke dalam mata pria itu dengan tatapan yang dingin dan menusuk.

"Lepaskan tanganmu, Charlie," ucap Selena dengan nada datar namun menekan. "Kita sedang di depan pintu masuk kantor. Kau mau jadi tontonan para karyawa
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 42 Kalah

    Nami tak terima. Dengan mata memerah penuh dendam dan napas memburu histeris, ia berhasil menghentak cengkeraman satpam yang memegang tangannya. "Kau wanita iblis, Selena!" jerit Nami melengking seraya melayangkan satu tamparan keras ke arah wajah Selena. Selena tak bergeming sedikitpun dari tempatnya. Sejak kecil ia sudah terbiasa mendapat perlakuan kasar dari adik tirinya. Selama ini ia sudah bersabar, tapi kali ini kesabarannya sudah habis total. Diluar dugaan, sebelum jemari Nami sempat menyentuh sehelai rambut Selena, sebuah cengkeraman besi mengunci pergelangan tangannya di udara. Satria bergerak begitu cepat, pasang badan di depan Selena dengan aura intimidasi yang membekukan darah. Cengkeraman Satria membuat tangan Nami merintih kesakitan. Matanya terbelalak menatap sorot mata Satria yang mendadak sangat dingin dan mengerikan, seperti mata elang yang siap menerkam mangsanya. "Berani menyakiti Selena," bisik Satria dengan suara bariton yang begitu dalam dan mematikan,

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 41 CEO yang Menyamar

    "Menurutmu, siapa aku, hm?" bisik Satria seraya memajukan tubuhnya sedikit lebih dekat, hingga hembusan napas hangatnya menyapu lembut pipi Selena. Senyum tipisnya kian mengembang, mengikis kesan pimpinan dingin dan tak tersentuh yang baru saja ia tampilkan di depan seluruh dewan direksi."Kau adalah pimpinan perusahaan misterius yang sering dibicarakan orang-orang. Kenapa kau menyamar jadi CEO?"Satria menyeringai senang. "Kenapa ya? Mungkin aku lagi ikut tren 'CEO yang menyamar'.""Kau jangan bikin aku ketawa. Biasanya CEO yang menyamar itu bikin statusnya lebih rendah dari pangkat CEO. Tapi kau malah sebaliknya.""Yang penting judulnya CEO yang menyamar. Jangan bilang kau mulai jatuh cinta padaku karena suamimu ini bukanlah orang sembarangan.""Siapa juga yang jatuh cinta padamu? Jangan samakan aku dengan Nami atau wanita manapun diluar sana. Tujuanku menikah denganmu bukan untuk jatuh cinta padamu. Tapi balas dendam pada keluargaku atas apa yang sudah mereka lakukan di masa lalu.

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 40 Siapa Satria Sebenarnya

    "Cukup, Nami! Jaga mulutmu yang lancang itu!" bentak salah satu direksi senior seraya menggebrak meja dengan sangat keras. Napasnya memburu, matanya menatap tajam ke arah Nami dan Sang Ayah bergantian. "Pramoedya! Bagaimana bisa kau membiarkan putri tirimu ini meracau liar dan menghina pimpinan tertinggi di depan seluruh jajaran komisaris? Kau tidak becus mendidiknya. Lihatlah putri kandungmu, dia cekatan, terampil, dan sikapnya tenang dalam menghadapi masalah. Tapi bagaimana bisa kau memercayakan proyek perusahaan pada orang yang tidak punya kompeten apa-apa! Jangan biarkan putri tirimu itu meracau lagi. Usir dia keluar dari sini!" Ayah Selena tersentak, raut wajahnya makin kebingungan sekaligus tertekan. "Pak Direktur ... tolong tenang dulu. Saya juga tidak paham, kenapa Tuan Satria menandatangani berkas konsorsium raksasa itu? Bukankah Tuan Satria hanya CEO dari Young Group?" ​"Dasar bodoh!" sela Komisaris Utama dengan nada penuh penghinaan. "Kalian berdua benar-benar buta! Sel

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 39 Keangkuhan dan Kesombongan Nami

    "Suami sah, huh ... suami sah apaan?" desis Nami dengan nafas memburu, matanya memerah menahan lautan dengki dan kekecewaan yang membakar dadanya. Dada Nami naik turun secara histeris. Otaknya berputar keras, menolak menerima kenyataan bahwa takdir yang seharusnya menjadi miliknya kini digenggam erat oleh Selena. Di kepalanya, bayangan perselingkuhannya dengan Charlie kembali berkelebat. Dulu, ia sengaja merebut Charlie dari Selena hanya demi membuktikan bahwa ia bisa mengambil apa pun milik kakak tirinya itu. Namun, ia tak pernah menyangka keputusannya bermesraan di kamar hotel justru menjadi bencana terbesar dalam hidupnya. Akibat skandal itu, perjodohannya dengan Satria dibatalkan. Selena mengambil alih posisi pengantin, dan lebih menyakitkan lagi, Satria justru tampak begitu bangga dan bahagia memamerkan Selena sebagai istrinya. Bahkan tak terlihat menyesal membuangnya dan memilih Selena. Rasa iri yang membara membuat Nami gelap mata. Jika ia harus hancur hari ini, ia bertekad

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 38 Tuduhan

    Selena melangkah maju dengan keanggunan mutlak, memecah atmosfir mencekam yang menyelimuti ruang rapat. Dari dalam tas kerjanya, ia mengeluarkan sebuah flashdrive perak berkilau dan menyerahkannya kepada operator IT."Silakan buka dokumen utama yang sebenarnya," pinta Selena dingin namun sarat ketegasan.Dalam hitungan detik, layar proyektor utama berganti menampilkan judul bertinta emas: PROPOSAL STRATEGIS EKSPANSI & PENETRASI PASAR KUARTAL III"Bapak-Bapak Direksi dan Komisaris yang terhormat," ujar Selena seraya memegang pointer. "Draf yang baru saja dipresentasikan oleh Nami adalah berkas lama yang penuh dengan skema defensif, sengaja dibuat untuk menguji mana pihak yang berniat jujur dan mana yang sekadar ingin mencuri hasil kerja orang lain. Sementara ini ... adalah proposal resmi yang sudah diperbaiki secara sempurna."Selena membawakan presentasi itu dengan begitu lugas, tajam, dan percaya diri. Ia memaparkan analisis penetrasi pasar langsung, pembagian keuntungan yang adil na

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 37 Nami terjebak

    Keesokan harinya, ruang rapat utama PT Pramoedya Group dipenuhi ketegangan yang membumbung tinggi. Seluruh jajaran direksi dan komisaris sudah duduk rapi di sekitar meja oval besar. Di ujung meja, sang ayah, pemilik perusahaan, duduk dengan raut wajah tegas namun menyimpan kegelisahan. Nami duduk tidak jauh dari posisi ayah mereka. Wajahnya dipoles riasan sempurna, berbalut busana formal mewah. Senyum tipis penuh kemenangan terus mengembang di bibirnya. Di dalam tasnya, map dokumen biru berisi proposal kerja sama Young Grup, hasil curiannya semalam, sudah siap ia pamerkan. Tanpa Nami tahu bahwa proposal itu sudah direvisi jauh lebih sempurna dibandingkan sebelumnya. "Karena waktu sudah menunjukkan pukul sembilan tepat, kita mulai rapatnya," ujar sang Ayah seraya membetulkan posisi miknya. Ia melirik ke arah pintu yang masih tertutup rapat. "Di mana Selena? Mengapa dia belum datang?" Nami langsung memajukan tubuhnya, memasang wajah prihatin yang dibuat-buat. "Ayah ... maaf sebelumn

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status