KAU PILIH SAHABATKU, KUNIKAHI CALON SUAMIMU BAB 14“Apa semua ini benar, Bela?” tanya ayahnya tentu sembari menunjukkan foto Bela dengan Ardi. Bela menunduk. Pipinya sudah basah dengan air mata.“Aku khilaf, Pa.”“Khilaf kata kamu? Kamu pacaran dengan seorang Arkana. CEO di perusahaan besar di negara ini, jika kalian menikah. Hidupmu akan terjamin sampai tujuh turunan. Dan sekarang kamu malah mengkhianatinya? Bodoh sekali kamu, Bela!”“Pa, jangan kasar sama anak,” kilah istri.“Anakmu memang bodoh, Ma. Didik dia agar menjadi perempuan pintar bukan perempuan bodoh yang menyakiti laki-laki kaya demi lelaki tidak berguna!”Setelah mengatakan itu papa Bela pergi meninggalkan istri dan anaknya. Bela menangis, dia menatap ibunya dengan iba.“Ma ….”“Sabar, Nak. Papa kamu memang seperti itu kalau lagi marah, jangan sedih, ya. Mama tetap di sini.”“Tapi, Ma. Papa marah besar. Mama tahu kalau papa sudah marah dia bakal nyita fasilitas Bela.”Mama Bela mengangguk, helaan napas panjang menyem
Zuletzt aktualisiert : 2026-09-03 Mehr lesen