공유

BAB 12

작가: Pena_kinan
last update 게시일: 2026-08-28 16:03:42

KAU PILIH SAHABATKU, KUNIKAHI CALON SUAMIMU

BAB 12

“Mas Arkana,” cicit Bintara. Perempuan itu tidak menyangka jika calon suami sahabatnya kembali datang menemuinya. Disaat dirinya hampir menyerah. Namun, kedatangan lelaki itu memberi harapan.

“Bagaimana keadaan kamu, Bintara?” tanyanya dengan suara lembut. Entah mengapa bagi Bintara, Arkana tidak sekedar basa-basi. Dia merasakan ketulusan seseorang yang menanyakan keadaannya. Bintara melihat dirinya sendiri, terlebih kedua kaki di bawahnya.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • KAU PILIH SAHABATKU KUNIKAHI CALON SUAMIMU    Balasan telak

    KAU PILIH SAHABATKU KUNIKAHI CALON SUAMIMU BAB 17Bintara dan Arkana lalu duduk di tempat yang memang sudah dipesan lelaki itu sebelumnya. Begitu juga dengan Ardi dan Bela, keduanya duduk tidak jauh dari mereka. “Kenapa kita jadi makan malam bareng Bintara sih, Ar? Jangan-jangan kamu sengaja pesan teman ini biar kita ketemu sama mereka? Jujur, Ardi.”Lelaki di depannya menatap ke arah Bintara dan Arkana. Dia tidak menyangka jika lelaki itu masih mau menerima mantan pacarnya. Padahal Ardi memilih meninggalkannya ketimbang bertahan.Mungkinkah lelaki itu bodoh? Mau dekat dengan perempuan lumpuh? “Ardi!” pekik Bela yang mulai kesal. Pasalnya Ardi tidak hanya mengabaikannya, tetapi pandangannya tidak lepas dari mantan sahabat terbaiknya itu. “Apa sih, Bel?” Ardi merasa terganggu dengan sikap Bela yang kekanak-kanakan itu. “Kamu belum bisa lupain dia!” Bela mulai jengah. Ardi langsung diam. Bagaimana pun lelaki itu memang belum sepenuhnya rela melihat Bintara dengan lelaki lain terleb

  • KAU PILIH SAHABATKU KUNIKAHI CALON SUAMIMU    Bertemu mantan

    KAU PILIH SAHABATKU, KUNIKAHI CALON SUAMIMU BAB 16Setelah acara lamaran di rumah sakit beberapa waktu lalu, Arkana sering sekali datang menemui Bintara sekedar bertanya kabar. Hingga malam ini lelaki itu berniat mengajak calon istrinya makan malam di luar. “Kayaknya nggak mungkin deh, Mas. Kita makan di luar? Soalnya aku nggak bisa jalan, takutnya kamu malah repot sendiri.”Tolak Bintara. Arkana menatap calon istrinya itu lekat-lekat. “Nggak repot, lagipula kamu juga perlu keluar sesekali. Biar nggak bosen, kamu sudah seminggu lebih di rumah sakit. Memangnya nggak jenuh?”Bintara tidak menjawab, dia hanya menunduk. Menatap kedua kakinya yang kini menggantung di kursi roda. “Aku nggak mau kamu malu, Mas.”.“Hai, malu kenapa? Tidak ada yang perlu dipermalukan. Kamu percaya sama aku?” Bintara terkejut mendengar jawaban Arkana. Dia mengangkat pandangannya ke arah lelaki itu, ada perasaan bersalah saat melakukan kebohongan besar itu. Namun, dengan cara inilah dia akan membuat Bela dan

  • KAU PILIH SAHABATKU KUNIKAHI CALON SUAMIMU    BAB 15

    KAU PILIH SAHABATKU KUNIKAHI CALON SUAMIMU BAB 15“Maaf, Pak. Kenapa Pak Satrio repot-repot datang ke rumah sakit hanya untuk menjenguk putri kamu,” ucap Darmawan seraya menjabat tangan rekan bisnisnya itu. Lawan bicaranya tersenyum lebar lalu mengalihkan pandangan ke arah Bintara. “Saya memang sengaja meluangkan waktu untuk datang menjenguk Bintara. Bagaimana keadaan kamu, Nak?” tanya Satrio dengan lembut. Bintara tersenyum.“Alhamdulillah sudah mendingan, Om.”Satrio mengangguk-anggukkan kepalanya lalu istrinya berjalan mendekat ke arah Sandra. “Jeng, saya ikut prihatin, ya. Semoga Jeng Sandra kuat. Ini ujian dari Allah.” Sandra mengangguk. “Terima kasih banyak, ya, Jeng. Sudah menjenguk putri kami.”Sandra melirik ke arah Bintara. Di sisi lain, Sanjaya dan Arkana duduk di sofa. Kedua lelaki itu berbincang singkat. “Kedatangan kami ke sini tidak hanya ingin menjenguk Bintara, Pak Darmawan. Tapi, ada satu hal penting yang ingin saya sampaikan.”“Apa itu, Pak Satrio? Sepertinya

  • KAU PILIH SAHABATKU KUNIKAHI CALON SUAMIMU    BAB 14

    KAU PILIH SAHABATKU, KUNIKAHI CALON SUAMIMU BAB 14“Apa semua ini benar, Bela?” tanya ayahnya tentu sembari menunjukkan foto Bela dengan Ardi. Bela menunduk. Pipinya sudah basah dengan air mata.“Aku khilaf, Pa.”“Khilaf kata kamu? Kamu pacaran dengan seorang Arkana. CEO di perusahaan besar di negara ini, jika kalian menikah. Hidupmu akan terjamin sampai tujuh turunan. Dan sekarang kamu malah mengkhianatinya? Bodoh sekali kamu, Bela!”“Pa, jangan kasar sama anak,” kilah istri.“Anakmu memang bodoh, Ma. Didik dia agar menjadi perempuan pintar bukan perempuan bodoh yang menyakiti laki-laki kaya demi lelaki tidak berguna!”Setelah mengatakan itu papa Bela pergi meninggalkan istri dan anaknya. Bela menangis, dia menatap ibunya dengan iba.“Ma ….”“Sabar, Nak. Papa kamu memang seperti itu kalau lagi marah, jangan sedih, ya. Mama tetap di sini.”“Tapi, Ma. Papa marah besar. Mama tahu kalau papa sudah marah dia bakal nyita fasilitas Bela.”Mama Bela mengangguk, helaan napas panjang menyem

  • KAU PILIH SAHABATKU KUNIKAHI CALON SUAMIMU    BAB 13

    KAU PILIH SAHABATKU KUNIKAHI CALON SUAMIMU BAB 13“Pa, Ma. Arkana ingin mempercepat pernikahan kami,” ucap Arkana pada orang tuanya. Bela yang sedari tadi duduk di samping lelaki itu tersenyum sumringah. Sesekali membenarkan rambutnya yang masih rapi. Orang tua Arkana dan orang tua Bela saling berpandangan. Mereka tersenyum bahagia. “Terserah kamu saja. Kamu atur, Arkana. Kami sebagai orang tua hanya bisa merestui dan mendoakan semoga pernikahan kalian lancar dan langgeng sampai kakek nenek,” ujar mama Arkana. Mama Bela mengangguk. “Amin, iya, Jeng. Kita sebagai orang tua ikut seneng kalau anak-anak seneng.”“Kamu yakin akan mempercepat pernikahan kalian. Kalian saja belum datang ke WO lho.”“Arkana sudah menyiapkan semua.” Mendengar apa yang dikatakan Arkana membuat keluarga Bela sedikit terkejut, terlebih putrinya tidak mengatakan apapun padanya. Lagipula pernikahan itu kan perlu banyak persiapan, dan tentu Bela memiliki pernikahan impian. Mama Bela melirik ke arah putrinya yang

  • KAU PILIH SAHABATKU KUNIKAHI CALON SUAMIMU    BAB 12

    KAU PILIH SAHABATKU, KUNIKAHI CALON SUAMIMU BAB 12“Mas Arkana,” cicit Bintara. Perempuan itu tidak menyangka jika calon suami sahabatnya kembali datang menemuinya. Disaat dirinya hampir menyerah. Namun, kedatangan lelaki itu memberi harapan.“Bagaimana keadaan kamu, Bintara?” tanyanya dengan suara lembut. Entah mengapa bagi Bintara, Arkana tidak sekedar basa-basi. Dia merasakan ketulusan seseorang yang menanyakan keadaannya. Bintara melihat dirinya sendiri, terlebih kedua kaki di bawahnya. “Aku lagi nggak baik-baik saja,” jawabnya kemudian. Bintara menunduk, takut jika Arkana menyadari sesuatu.“Kakimu tidak bisa merasakan?”Bintara menggeleng. “Aku lumpuh,” ucap Bintara nyaris tak bersuara. “Kamu yakin?”Bola mata Bintara bergerak liar, tetapi dia dengan lihai menutupi kegugupannya. Gadis itu sengaja tidak mengangkat wajahnya, berharap Arkana tidak bisa membaca raut wajahnya. Bagaimana pun Arkana ini seorang pebisnis hebat, dia mampu membaca lawan bicaranya hanya dari raut waja

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status