KAU REBUT KEKASIHKU, KUNIKAHI CALON SUAMIMU BAB 4Bintara kini sudah berbaring di brankar dan didorong menuju ruang pemeriksaan. Di sampingnya ada Ardi yang setia menemani, tangannya tidak lepas dari genggaman sang kekasih. “Bangun, Bintara. Kamu harus bangun,” gumam Ardi. Tidak berapa lama beberapa perawat menahan Ardi yang hendak ikut masuk.“Maaf, Mas. Silahkan tunggu di luar!” ucap perawat tadi dengan tegas, detik berikutnya dia menutup hordeng pembatas. Ardi menyugar rambutnya dengan kasar. Dia tidak menyangka jika tragedi ini akan terjadi.Hingga lelaki itu teringat akan keluarga Bintara yang belum mengetahui keadaan perempuan itu. Ardi tidak mau membuang-buang waktu, dia lekas merogoh ponsel yang ada di dalam tasnya. Nomor Mama Bintara adalah tujuan pertamanya. “Assalamualaikum, Ardi,” salam langsung diucapkan mama Bintara saat sambungan telepon terhubung. “Walaikumsalam, Tante.”“Iya, Nak Ardi. Ada apa?” tanya Mama Bintara ramah. Suaranya begitu lembut. “Anu, Tante. Binta
Terakhir Diperbarui : 2026-07-10 Baca selengkapnya