"Oh, ini, Mas?" Arin menyentuh bibirnya, memberikan alasan yang sama ketika Cindy bertanya.Nolan terdiam beberapa detik. Ibu jarinya mengusap pelan bibir bawah Arin, menimbang kebenaran kalimat itu.Lalu, seulas senyum lembut terbit di wajah tampan pria itu. "Ya ampun! Lain kali hati-hati ya, Sayang," ucap Nolan, mengecup pelan kening Arin. "Sana, kamu mandi dulu." Bulu kuduk Arin meremang. Senyum manis itu adalah kode keras seorang Nolan. Arin sudah hafal mati tabiat suaminya. Jika Nolan sedang marah namun bersikap luar biasa lembut, itu berarti pria itu sedang berkamuflase. Di depan orang lain, apalagi di depan ibunya, Nolan adalah aktor peraih piala Oscar. Tapi begitu pintu kamar terkunci, iblis asli akan keluar meminta tumbal. "I-iya, Mas. Aku ke atas dulu." "Ayo, aku antar." Nolan merangkul pinggang Arin menaiki tangga. Dari bawah, terdengar dengusan sinis ibu mertuanya, namun Nolan mengabaikannya begitu saja.Ceklek. Pintu kamar utama terbuka. Langkah Arin terhenti.
Terakhir Diperbarui : 2026-07-27 Baca selengkapnya