Mesin Range Rover hitam itu akhirnya mati di sebuah pelataran parkir yang gelap dan lengang. Arin menatap ke luar jendela, mengerjapkan mata saat mengenali siluet bangunan beraksen kayu di hadapannya. "Loh, ini kan..." Arin menoleh pada Nick dengan kening berkerut. "Studio yoga? Jadi tempat rahasia yang Kakak maksud itu... di sini?" Nick terkekeh pelan. "Iya. Daripada kamu ke kelab malam terus muntah-muntah, mending di sini. Sepi, tenang, bebas dari penghakiman." Arin terdiam sejenak, baru menyadari maksud baik Nick. Namun, ketenangannya tak bertahan lama. Teringat sesuatu, tangan Arin sontak meremas ponsel di pangkuannya dengan panik. "Tapi, Kak... ini beneran aman, kan? Kalau suamiku ngecek GPS gimana?" "Aman, Rin." Nick menatapnya dengan tenang. "Waktu kamu sibuk nangis sesenggukan di mobil tadi, aku pinjam HP-mu sebentar. Aku udah atur *fake* GPS di pengaturan lokasimu." "Hah? Fake GPS?" "Iya," jawab Nick santai sambil melepas sabuk pengaman. "Selama aplikasiny
Last Updated : 2026-07-17 Read more